Sungai Chao Phraya di Bangkok Kini Dilayani Kapal Ferry Bertenaga Listrik

0
kapal ferry di Tahiland bertenaga listrik (shippax.com)

Meski tengah digoncang aksi demonstrasi besar-besaran terkait reformasi sistem monarki dan pemerintahan, rupanya Thailand tetap ajeg melakoni pengembangan teknologi transportasinya. Seperti belum lama ini, Thailand telah menerima armada ferry penumpang dengan tenaga listrik dan itu menjadi yang pertama.

Baca juga: E-Ferry Ellen Gunakan Sepenuhnya Tenaga Listrik dan Lebih Irit Ketimbang Ferry Diesel

Kapal ferry tersebut dikirim oleh Danfoss Editron yang merupakan perusahaan penyedia Energy Absolute dengan sistem drivetrain listrik yang akan memberi daya pada armada 27 katamaran. Dimana armada ferry penumpang tenaga listrik tersebut akan beroperasi di  Sungai Chao Phraya yang membelah Kota Bangkok.

KabarPenumpang.com melansir seanews.co.uk (5/10/2020), kehadiran kapal ferry tenaga listrik di Thailand tepatnya Bangkok karena kota ini menjadi salah satu yang paling banyak dikunjungi pelancong dunia yakni hampir 23 juta orang dari berbagai negara. Karena hal ini, kualitas kota Bangkok secara teratur tercatat pada tingkat yang tidak sehat karena kombinasi berbagai faktor termasuk lalu lintas, konstruksi, emisi pabrik dan pembakaran limbah serta sisa tanaman.

Bahkan Januari tahun ini polusi udara di Bangkok tercatat tidak sehat selama tujuh hari. Kemudian adanya ini membuat Pemerintah Thailand melakukan berbagai upaya membersihakan udara termasuk promosi moda transportasi energi alternatif. Hingga kehadiran Enery Absolute yang memimpin pada upaya energi alternatif, di mana armada katamaran listrik penuh merupakan bagian dari cetak biru ambisius yang mencakup pabrik baterai senilai US$3 miliar dan berbagai mobil listrik.

Setiap katamaran sepanjang 24 meter akan mampu membawa 200 penumpang dan akan dilengkapi dengan dua motor EM-PMI375-T800 yang diproduksi oleh Danfoss Editron. Motor menyediakan output daya berkelanjutan antara 174-192 kW, tergantung pada suhu tempat mereka beroperasi dan didasarkan pada teknologi magnet permanen yang dibantu keengganan sinkron.

Mereka juga berpendingin cairan, dirancang untuk bekerja di lingkungan operasi yang keras dan menawarkan dimensi yang lebih kecil, bobot yang lebih ringan dan efisiensi yang lebih tinggi daripada motor diesel saat ini. Energy Absolute menginvestasikan US$33 juta dalam proyek tersebut, termasuk memasang stasiun pengisian cepat di sisi dermaga yang akan mampu mengisi daya ferry dalam waktu sekitar 15 menit.

Kapal ferry tersebut akan dapat beroperasi antara dua hingga empat jam sekali pengisian daya, dengan jarak tempuh 80-100 km. Saat ini ada dua kapal ferry yang tengah dalam pengujian dan nantinya setelah selesai uji coba maka armada akan siap diluncurkan ke operator selama setahun. Selain para operator, ternyata hotel dan pengembang real estat juga menunjukkan ketertarikan mereka pada armada katamaran listrik penuh karena kehidupan mewah di tepi sungai Bangkok semakin populer.

“Perairan Bangkok selalu memainkan peran penting dalam mengangkut orang dan logistik. Proyek ini dapat membuka jalan untuk menghidupkan kembali mereka secara berkelanjutan dengan menghubungkan jaringan transportasi utama dan menyediakan perjalanan yang mulus dan nyaman bagi para komuter. Ini juga akan membantu untuk mengekang kebutuhan akan terowongan dan jalan lebih lanjut, dengan saluran air menjadi moda transportasi yang lebih populer sekali lagi. Lebih banyak dari proyek-proyek ini yang membuahkan hasil akan membantu kota menjadi kurang tercemar dan macet. Diperkirakan bahwa memperkenalkan armada katamaran yang sepenuhnya bertenaga listrik ini akan menghilangkan sekitar 9500 ton emisi CO2 dari atmosfer setiap tahun,” ujar Manajer Pengembangan Bisnis Danfoss Editron untuk Asia-Pasifik David Hunter.

Baca juga: Gunakan Mesin Wartsila 31, Kapal Ferry di Jepang Sangat Efisien dan Ramah Lingkungan

“Energy Absolute adalah perusahaan papan atas yang banyak berinvestasi dalam infrastruktur dan transportasi yang berkelanjutan. Kami sangat senang dengan potensi kerja sama lebih lanjut dan sudah aktif melihat proyek lain yang dapat kami kerjakan di Thailand, seperti bus listrik dan pengangkutan truk listrik, ”tambah David.

Leave a Reply