Alami Perbaikan, MRT Jakarta Terlambat 30 Menit dari Arah Blok M Menuju Bundaran HI

(MRT Jakarta)

Bagi penumpang yang tengah mengikuti uji coba Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sepertinya akan merasakan sedikit perubahan keberangkatan di beberapa stasiun. Pasalnya saat ini, pihak MRT Jakarta tengah melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan minor di jalur rel downtrack Setiabudi dan Dukuh Atas.

Baca juga: Mulai 1 April MRT Jakarta Resmi Beroperasi Komersial, Ini Kata Warga Kalau Tarifnya Rp1000 Per Km

Corporate Secretary Divison Head PT MRT Jakarta Muhamad Kamaludin mengatakan, selama dilakukan pemeriksaan dan pemeliharaan minor jalur rel tersebut, maka layanan uji coba publik MRT akan terhambat dari Stasiun Blok M menuju ke Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI).

“Akan ada keterlambatan dari Blok M menuju Bundaran HI serta sebaliknya dan akan dijalankan dengan frekuensi terbatas yakni headway 30 menit,” ujar Kamaludin dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Kamis (21/3/2019).

Namun penumpang yang ikut uji coba publik yang berangkat dari Stasiun Blok M ke Stasiun Lebak Bulus atau sebaliknya tetap dijalankan dengan frekuensi normal yakni headway sepuluh menit.

“Untuk perkembangan pemeriksaan dan pemeliharaan minor tersebut serta pemulihan frekuensi uji coba publik ini kami akan sampaikan berikutnya,” tambah Kamaludin lagi.

Dalam uji coba yang dilakukan MRT Jakarta, terlihat penumpang lebih banyak di hari Sabtu dan Minggu ketimbang hari kerja lain. MRT Jakarta sebelumnya menambah kuota uji coba publik yang tadinya hanya 28.800 penumpang per hari kini ditambah hingga hampir dua kali lipatnya atau menjadi 50 ribu penumpang per hari di minggu ini.

Uji coba publik MR Jakarta dilakukan pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore. Tak hanya itu, hingga kini tarif komersial untuk MRT Jakarta sendiri yang akan beroperasi akhir Maret 2019 belum jelas. Bahkan Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini mengusulkan tarif Rp1000 per km-nya.

Baca juga: Perluas Jaringan di Jalur MRT, XL Axiata Lakukan Negosiasi dengan MRT Jakarta

Kehadiran MRT sendiri di ibukota Jakarta untuk meningkatkan mobilitas masyarakat. Selain itu juga untuk perbaikan kualitas udara dan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.