Antara Merpati Air, Kim Johanes Mulia dan Sukhoi SJ100

Sumber: istimewa

Tersiarnya kabar tentang maskapai milik Pemerintah, Merpati Air yang hendak kembali mengudara setelah sekira empat tahun ‘beristirahat’ menimbulkan banyak pertanyaan di publik – salah satunya adalah armada jenis apa yang sekiranya bakal digunakan oleh maskapai yang terkenal dengan livery berwarna biru-orange pada bagian ekornya ini. Usut punya usut, maskapai Merpati Airlines akan menggunakan pesawat asal Rusia, lho!

Baca Juga: Makin Dekat ke Pembatalan Pesanan, Mungkinkah SJ100 Masuk ke Dalam Daftar Belanja Lion Air?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, isu tentang Merpati yang bakal menggunakan pesawat asal Rusia ini mulai berkembang ketika ditandatanganinya Perjanjian Transaksi Penyertaan Modal Bersyarat antara Merpati Air dengan PT Intra Asia Corpora pada 29 Agustus 2018 silam. Perjanjian ini menegaskan komitmen PT Intra Asia Corpora untuk menyetor modal senilai Rp6,4 triliun dalam 2 tahun agar Merpati Air dapat mengudara kembali.

PT Intra Asia Corpora sendiri bukanlah pemain baru di sektor aviasi nasional. Perusahaan ini dinakhodai oleh Kim Johanes Mulia, yang notabene adalah empunya Kartika Airlines. Nah, pada 19 Juli 2010 yang lalu, kabar ekspansi Kartika Airlines santer terdengar setelah Kim Johanes Mulia menandatangani pembelian 30 unit pesawat Sukhoi Superjet 100 (SJ-100) dengan nilai sekira US$840 juta atau yang setara dengan Rp12,2 triliun dari Sukhoi Civil Aircraft.

Namun sebagaimana yang diketahui bersama, nama Kartika Airlines kini tidak lagi berkutat di sektor aviasi nasional, dan dengan niatan PT Intra Asia Corpora untuk menyuntik Merpati Air, maka bukan tidak mungkin jika inilah titik balik seorang Kim Johanes Mulia untuk kembali berkarir di dunia kedirgantaraan Indonesia.

Lalu, jika Merpati Air kembali mengudara, akankah armada yang dipilih untuk menunjang pengoperasiannya adalah Sukhoi SJ100 sesuai dengan selera Kim Johanes Mulia saat menangani Kartika Airlines? Semuanya masih jadi tanda tanya besar, namun menurut bocoran dari salah satu Tim Penyelaras Merpati, investor baru Merpati Air ini memang menginginkan agar pihak maskapai mengoperasikan pesawat asal Rusia.

Tidak Asing di Indonesia
Sebenarnya, nama Sukhoi SJ100 tidaklah asing di sektor kedirgantaraan lokal. Kembali ke 9 Mei 2012, dimana sebuah Sukhoi SJ100 dengan nomor penerbangan RA36801, melakukan demonstrasi penerbangan yang diseleggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Pesawat yang berisikan 37 penumpang dan delapan awak pesawat berkewarganegaraan Rusia ini bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma sekira pukul 14.12WIB.

Tak berselang lama setelah mengudara, pesawat nahas ini menghilang dari radar di ketinggian 1.900 mdpl. Keesokan harinya, serpihan pesawat ini terlihat di tebing di Gunung Salak. Kuat dugaan, pesawat ini menabrak tebing batu sebelum akhirnya jatuh dan menewaskan keseluruhan penumpang.

Baca juga: Meski Batal Pailit, Bukan Perkara Mudah Bagi Merpati Nusantara untuk Mengudara lagi

Spesifikasi Singkat
Secara keseluruhan, pesawat ini memiliki empat varian – SJ100-75, SJ100-75SLR, SJ100-95, dan SJ100-95SLR. Keempat varian ini menggunakan mesin yang sama, yaitu PowerJet SaM146. Adapun kecepatan maksimum yang bisa ditempuh oleh pesawat yang mampu mengangkut maksimal 103 orang ini adalah Mach 0,81 atau 870 km per jam.

Keempat varian ini punya jarak tempuh maksimum yang berbeda-beda. Untuk SJ100-75 dapat menempuh jarak maksimum 2.900 km dengan kondisi payload penuh, SJ100-75SLR dapat mengudara hingga jarak 4.550 km, sedangkan SJ100-95 dapat menempuh jarak 3.048 km, dan yang terakhir SJ100-95SLR dapat menembus jarak maksimum hingga 4578 km.