Antisipasi Peningkatan Trafik, Bandara Incheon Bangun Landas Pacu Keempat

Bandara Internasional Incheon. Sumber: airport-technology.com

Bandara terbesar di Korea Selatan, Inceon International Airport yang sebelumnya berencana untuk menanamkan sejumlah moda untuk bekal pembangunan landas pacu keempatnya kini mulai masuk ke dalam tahap pembangunan. Adapun dana yang dianggarkan oleh Incheon International Airport Corp (IIAC) adalah senilai US$3,72 miliar atau yang setara dengan Rp54,3 triliun. Penambahan landas pacu keempat ini merupakan langkah antisipasi peningkatan jumlah penumpang jalur udara menuju negara berjuluk Negeri Ginseng ini.

Baca Juga: Ini Dia Troika! Robot Canggih di Bandara Incheon, Korea Selatan

Berdasarkan rangkuman KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, pihak IIAC mengatakan bahwa investasi tersebut merupakan bagian dari perluasan bandara secara keseluruhan jilid keempat – mencakup peluasan terminal kedua, tempat pesawat ‘bersandar’, dan fasilitas angkut penumpang. Adapun landas pacu ini diperkirakan dapat mulai beroperasi pada tahun 2023 mendatang, “dan dapat mengakomodir 100 pergerakan pesawat per jam,” tutur pihak IIAC dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip dari laman airport-technology.com (21/12/2018).

Diketahui, perluasan bandara ini ditujukan untuk menggantikan peran dari Gimpo International Airport yang terletak di Gangseo-gu, Seoul, Korea Selatan. Dari tahun ke tahun, pengembangan dan peningkatan fasilitas di Bandara Internasional Incheon terus digalakkan. Ambil contoh, di bawah tahap kedua ekspansi, Bandara Internasional Incheon meluncurkan concourse baru pada tahun 2008 silam. Sementara pembangunan terminal kedua merupakan bagian dari ekspansi tahap ketiga pada tahun 2018.

Hiingga saat ini, tercata Bandara Internasional Incheon mengelola sekira 72 juta penumpang setiap tahunnya, dan angka tersebut akan naikke level 100 juta penumpang ketika ekspansi jilid empat ini rampung. Tidak hanya ditujukan bagi para penumpang, pihak IIAC juga mengutarakan bahwa proyek ekspansi ini akan menciptakan sekitar 50.000 lapangan pekerjaan baru serta diproyeksikan dapat menyumbang sekira US$9,79 miliar (Rp142,9 triliun) kepada pendapatan negara.

Baca Juga: Transit di Seoul, Garuda Indonesia Siap Buka Rute Jakarta – Los Angeles di Q2 2019

Bandara Internasional Incheon sendiri mulai beroperasi pada tahun 2001 silam. Lima tahun berselang, tepatnya pada 15 November 2006, sebuah Airbus A380 mendarat di Incheon dan merupakan bagian dari babak pertama perjalanan sertifikasinya. Sementara itu, dikutip dari laman web resmi bandara, Incheon adalah pengangkut kargo internasional tersibuk ketiga di dunia. Di tahun 2020 kelak, bandara ini akan mampu menampung tiga juta ton kargo – bagian dari peningkatan volume pengiriman.