Trafik Penyeberangan Ferry Merak-Bakauheni Sempat Menurun Pasca Tsunami

0

Tsunami yang terjadi di Banten pada 22 Desember 2018 kemarin ternyata juga berdampak pada penyeberangan kapal ferry di Pelabuhan Merak. Pasalanya satu hari setelah kejadian tsunami atau tepatnya 23 Desember 2018, terlihat penurunan yang cukup menakjubkan untuk penumpang dan kendaraan bila dibandingkan tanggal yang sama di tahun lalu.

Baca juga: Sambut Nataru 2019, ASDP Siap Layani 3,3 Juta Penumpang di 10 Lintasan

Dari data yang didapat KabarPenumpang.com dari Humas PT ASDP Indonesia Ferry, pengoperasian pada 23 Desember 2017 ada 32 kapal ferry ro-ro yang beroperasi, sedangkan di tanggal yang sama pada tahun 2018 hanya ada 29 kapal yang beroperasi. Ini membuat adanya penurunan sekitar 9,4 persen dari sebelumnya. Sedangkan untuk perjalanan atau trip menuju Bakauheni dari 121 menjadi hanya 78 atau mengalami penurunan 35,5 persen dari tahun 2017.

View this post on Instagram

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hari ini (26/12) mengerahkan KMP Jatra III, dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pulai Sebesi untuk mengevakuasi penduduk di pulau tersebut ASDP merespon cepat kondisi darurat pascatsunami dalam mendukung proses evakuasi bagi masyarakat di pulau yang berada dekat dengan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dalam hal ini Pulau Sebesi. @asdp191 #tsunami #prayforbantendanlampung #kabarpenumpang cc @ellenpiri

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Jumlah penumpang baik pejalan kaki maupun yang di dalam kendaraan pun merosot menjadi hanya 36.585 orang dibandingkan tahun 2017 sebanyak 60.532 orang. Jumlah ini menurun sebanyak 39,6 persen dari periode sebelumnya. Bahkan jumlah kendaraan pun pun juga mengalami penurunan. Kendaraan roda dua pada tanggal 23 Desember 2018 hanya ada 1369 dan tahun 2017 ada 3683 , bila dilihat trendnya, maka ada penurunan yang cukup besar yakni 62,8 persen. Untuk kendaraan roda empat mengalami penurunan hingg 37,7 persen dari total tahun lalu 5809 menjadi hanya 3617.

Bus, truk dan kendaraan dengan roda lebih dari empat pun mengalami penurunan. Bus mengalami penurunan hingga 9,1 persen, truk 22,1 persen dan kendaraan dengan roda lebih dari empat hanya 31,9 persen. Untungnya penurunan tersebut hanya terjadi satu hari yakni pada 23 Desember 2018. Di tanggal 24 Desember 2018, presentase pengguna kapal ferry ro-ro kembali meningkat, meski ada penurunan jumlah penumpang dari tahun 2017 di tanggal yang sama.

Untuk operasional hanya ada 23 kapal roro dan melakukan 75 trip di tanggal 24 Desember 2018, sedangkan di tahun lalu 34 kapal ferry ro-ro dan 122 trip. Jumlah penumpang pun dari 40.707 menjadi hanya 31.241 orang. Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry sendiri mengatakan jumlah penumpang pada masa Nataru (Natal-Tahun Baru) ini akan naik lima persen dibanding tahun lalu untuk Merak-Bakahuheni. Dimana jumlah penumpang yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni total mencapai 865.771 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi yang sama tahun lalu sebanyak 824.544 orang.

Baca juga: “Waroeng ASDP,” Model Kantin Baru di Kapal Ferry Yang Hangat dan Higienis

Diikuti jumlah roda 4 sebanyak 135.287 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.845 unit, dan roda dua mencapai 33.998 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 32.379 unit sepeda motor. Sebaliknya, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan mencapai total 829.728 orang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 790.217 orang, diikuti roda 4 sebanyak 134.847 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 128.426 unit, dan roda dua mencapai 32.664 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 31.109 unit sepeda motor.

Leave a Reply