Apa Perbedaan Antara Homebase dan Hub Maskapai?

0
ilustrasi maskapai Eropa

Maskapai berbiaya hemat (LCC), Wizz Air, dikabarkan sedang membangun homebase atau airline base di seluruh Eropa, mulai dari Cardiff, Inggris, terus ke tenggara sampai ke Italia dan beberapa negara Balkan. Tetapi di homebase, Wizz Air hanya menempatkan satu pesawat, jauh berbeda dibanding hub maskapai (yang juga berfungsi sebagai homebase). Jadi, apa bedanya homebase dan hub maskapai?

Baca juga: Ini Perbedaan Penerbangan Jarak Jauh dan Jarak Pendek dari Kacamata Pramugari

Homebase atau “base” secara terminologi atau istilah berarti fasilitas yang sangat besar dan luas. Biasanya kata “base” juga digunakan dalam militer dan pada umumnya sangat besar dan luas, sebagaimana.

Tetapi, dalam penerbangan sipil atau komersial, itu tidak berarti demikian atau bisa dibilang sangat sederhana. Pada umumnya, base dalam penerbangan sipil hanya berupa satu pesawat dan beberapa kru.

CAPA (Centre for Asia-Pacific Aviation), lembaga konsultasi dan analisis penerbangan yang berbasis di Sydney, Australia, sendiri mendefinisikan “base” sebagai bandara tempat dimana maskapai menempatkan pesawat dan kru secara permanen untuk mengoperasikan sebuah rute.

Lebih lanjut, CAPA menyebut, “Baik pesawat maupun kru yang kembali di malam hari, semuanya tak harus selalu sama (dengan pesawat dan kru di pagi hari), tetapi maskapai biasanya akan selalu konsisten menjaga kelengkapan armada dan kru di base”.

Dalam konsep homebase, pramugari dan pilot datang dari mess atau asrama ke airline base dan mulai bekerja dengan menjadikan homebase sebagai home address. Konsep ini berlawanan dengan outstation, dimana maskapai penerbangan menjadikan bandara sebagai tempat menjemput dan mengantarkan penumpang.

Di outstation, pesawat hanya menghabiskan waktu untuk turnaround daripada parkir di sana untuk downtime (penyimpanan) atau pemeliharaan jangka pendek.

Perlu dicatat, homebase tak selalu berada di negara asal maskapai, bisa jadi ada di luar negeri atau bandara-bandara yang disinggahi maskapai pada penerbangan jarak jauh atau ultra jarak jauh (12 jam penerbangan atau lebih).

Kru yang selesai bertugas dari bandara asal ke bandara tujuan biasanya diberi istirahat selama beberapa hari atau biasanya disebut layover di homebase yang berada di luar negeri.

Momen ini biasanya menjadi saat-saat paling favorit para kru karena bisa eksplore, traveling, shopping, dan lain sebagainya di negara asing, plus mendapat berbagai tunjangan.

Berbeda dengan homebase, hub lebih ke skema operasional maskapai. Homebase atau pangkalan tak selalu menjadi hub dan hub hampir selalu menjadi pangkalan maskapai. Tetapi, seperti dikutip dari Simple Flying, pada maskapai LCC dengan konsep point-to-point (biasanya di Eropa), homebase belum tentu hub.

Bandara hub dalam konsep ‘hub and spoke’ adalah bandara yang dipilih untuk menghubungkan penumpang ke banyak bandara lain. Singkatnya, bandara hub merupakan titik B di antara titik A dan C.

Baca juga: Begini Prosedur Pemeriksaan Pesawat untuk Capai Tingkat Keselamatan Tertinggi

Di negara-negara kecil dengan satu bandara, seperti Hong Kong-Cathay Pacific dan Singapura-Singapore Airlines, sudah pasti menjadikan bandara tersebut sebagai hub. Adapun di negara-negara besar, hub maskapai bisa lebih dari satu, seperti Air Canada yang memiliki hub di Vancouver, Calgary, Toronto, dan Montreal.

Fasilitas di bandara hub juga lebih lengkap dibanding pangkalan. Jumlah pilot dan pramugari yang ditempatkan juga lebih banyak. Selain itu, pesawat juga dimungkinkan untuk mendapat perawatan kecil atau line maintenance selama downtime.