Ardenna Kembangkan Drone yang Mampu Deteksi Rintangan di Sepanjang Rel Kereta

Sumber: Railway Technology

Belakangan ini, bisnis pendeteksi kerusakan jalur kereta berbasis Artificial Intelligent (AI) tengah naik daun – salah satunya adalah Ardenna yang diketahui tengah mengembangkan teknologi yang mampu untuk mengidentifikasi kerusakan atau cacat dengan menggunakan perangkat lunak yang ditempelkan pada drone alias Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Hadirnya teknologi semacam ini tentu membawa angin segar bagi perusahaan perkeretaapian, karena mereka dapat melakukan efisiensi SDM.

Baca Juga: Central Railways India Keluhkan Absennya Alat Pendeteksi Benda Asing di Rel

Seperti yang dikutp KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (4/10/2018), teknologi ini dirancang untuk memastikan integritas jalur kereta api secara real-time, termasuk deteksi potensi penghalang, rel anjlok, hingga lintasan yang menekuk. Kendati hanya bertindak sebagai ‘mata’ yang dapat membantu perusahaan kereta api untuk melacak titik kerusakan pada rel, namun hal ini diprediksi ampuh dan lebih efisien.

Semisal perusahaan melihat ada kerusakan di jalur, mereka akan langsung mengutus petugas untuk terjun langsung ke lapangan dan segera memperbaiki hambatan tersebut. Jika ditinjau lebih dalam lagi, pengaplikasian teknologi ini juga akan secara signifikan meningkatkan keselamatan dan layanan secara keseluruhan.

“Kami senang menjadi perusahaan pertama yang mampu menunjukkan kemampuan untuk menanamkan kemampuan deteksi kerusakan pada jaringan rel kereta secara otomatis yang diintegrasikan dengan drone (UAV),” ungkap Direktur Pengembangan Bisnis Ardenna, David Patterson.

“Kami akan terus meningkatkan solusi Cloud dan desktop kami untuk sektor transportasi dan energi,” tandasnya.

Aplikasi ini dapat digunakan oleh operator kereta api untuk melakukan inspeksi rutin, serta menilai kondisi jalur kereta pasca bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau bahkan badai sekalipun.

Adapun cara kerja dari teknologi ini adalah kamera akan dipasang pada sebuah drone yang nantinya akan diterbangkan menyusuri rel kereta. Setelah kamera mendapatkan visual dari rel, gambar tersebut akan diproses oleh alogaritma perangkat lunak khusus yang berjalan pada modul NVIDIA Jetson TX2 embedded computing.

Baca Juga: Bertabur Bebatuan di Sisi Rel Kereta Api, Inilah Penjelasannya!

Setelah melewati tahap tersebut, sistem akan menghasilkan lansiran instan ketika ditemukan adanya anomali pada gambar yang ditangkap oleh kamera tadi.

“Kapabilitas dari teknologi ini hanya akan ditingkatkan karena daya komputasi atau peningkatan baterai drone sehingga bisa mengudara lebih lama,” ujar David yang seolah menyiratkan bahwa penggabungan teknologi semacam ini merupakan yang paling mutakhir dan sulit untuk disaingi.