Porterbrook Jawab Tantangan Menteri Transportasi Ciptakan Perkeretaapian yang Ramah Lingkungan

Sumber: Global Rail News

Perkembangan teknologi dan semakin parahnya tingkat pencemaran udara yang terjadi belakangan ini seolah memaksa para pegiat bisnis transportasi untuk semakin inovatif menggabungkan dua poin tersebut. Di dunia perkeretaapian sendiri, teknologi kereta bertenaga hibrida tengah gencar-gencarnya dikembangkan – semata-mata demi menciptakan kualitas udara yang lebih baik karena kebanyakan dari kereta hibrida ini tidak lagi menggunakan tenaga diesel sebagai penggerak utama si ular besi.

Baca Juga: Gandeng Rolls-Royce, Porterbrook Uji Kereta Bertenaga Listrik Hibrida Pertama di Inggris

Dalam pagelaran InnoTrans 2018 yang diadakan pada 19 September kemarin, perusahaan asal Inggris yang membawahi sejumlah kereta penumpang dalam hal pengembangan MTU Hybrid PowerPacks, Porterbrook merilis blue print salah satu mahakaryanya yang dianggap mampu untuk menjawab tantangan dari para elit, HydroFlex.

Pada kesempatan tersebut, Porterbrook mengungkapkan bahwa HydorFlex baru saja dirakit dan siap untuk memasuki masa uji coba perdananya pada Musim Panas 2019 mendatang.

Sama seperti pendahulunya, HydroFlex akan tetap mempertahankan kemampuannya untuk beroperasi di atas rel listrik berdaya overhead 25kV, dan juga mampu untuk ‘mencerna’ bahan bakar hidrogen untukberjalan di rel non-listrik, tanpa memerlukan mesin diesel lagi.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman railengineer.uk (28/9/2018), dalam mengembangkan HydroFlex ini, Porterbrook bekerja sama dengan Birmingham Centre for Railway Research and Education (BCRRE).

BCRRE sendiri melaporkan bahwa mereka telah melakukan sejumlah penelitian mengenai potensi penerapan teknologi sel bahan bakar hidrogen untuk operasi perkeretaapian dan telah bekerja sama dengan sejumlah pegiat bisnis kereta api global untuk mengidentifikasi peluang potensial ini – untuk masa depan perkeretaapian yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Lokomotif Diesel Elektrik? Cek Jawabannya di Sini!

Namun tetap saja, ini masih bersifat rencana pengadaan dengan segala pertimbangan yang sudah dihitung matang-matang. Sejumlah peneliti masih menemukan adanya kekurangan dari HydroFlex ini, seperti kurangnya pengereman regeneratif dapat menyebabkan sel bahan bakar yang lebih besar.

Jika untuk produksi massal, mungkin Porterbrook dan BCRRE akan segera mencari jalan keluar untuk masalah ini – ini baru blue print yang sifatnya masih sementara dan beragam improvisasi sewaku-waktu bisa saja terjadi.

Jika ditarik mundur ke belakang, HydroFlex merupakan jawaban dari tantangan yang pernah dilontarkan oleh Menteri Departemen Transportasi Inggris, Jo Johnson yang menantang industri kereta api untuk mengembangkan rencana dekarbonisasi, dengan tujuan menghapus kereta api diesel dari jaringan pada 2040.