Audi Pop.Up Next – Terhambat Regulasi, Baru Akan Dirilis 10 Tahun Lagi

0
Sumber: newatlas.com

Salah satu mahakarya Audi, Pop.Up Next merupakan konsep ambisius hasil kerja samanya dengan ItalDesign dan Airbus. Pop.Up Next ini sendiri adalah hasil ‘perkawinan’ dua moda transportasi dimana akan manghasilkan satu moda yang belum ada sebelumnya dan bisa menjadi salah satu solusi di sektor transportasi yang sangat inovatif. Adalah percampuran dari sebuah drone dan autonomous electric vehicle – dimana Audi siap untuk melakukan demonstrasi perdana pada minggu terakhir di bulan Nevember.

Baca Juga: Airbus dan Audi Kolaborasi di Konsep “Pop.Up Next,” Konvergensi Kendaraan Darat dan Udara

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (28/11/2018), konsep dari Audi Pop.Up Next ini sendiri pertama kali muncul pada perhelatan Geneva Motor Show 2017 lalu, dan ide yang sama kembali ditelurkan pada perhelatan yang sama di tahun berikutnya. Pada perhelatan Geneva Motor Show 2018, para peserta dibuat kagum dengan prototipe dari moda hybrid ini. Sebuah mobil listrik Audi dengan bagian kabin yang terpisah akan diangkat oleh sebuah quadcopter berukuran besar, lengkap dengan kabin penumpang pada bagian bawahnya.

Para penumpang bisa ‘memanggil’ si quadcopter tersebut dengan menggunakan aplikasi yang ada di dalam kabin. Nantinya, quadcopter ini akan lepas landas dari stasiun pengisian daya terdekat dari lokasi si pemanggil, dan terbang mendatanginya. Ketika sudah berada tepat di atas mobil listrik ini, quadcopter akan membidik bagian atap dari mobil istrik dan membawanya terbang hingga kecepatan 50 km per jam – berkat eksistensi dari baterai berdaya 70kWh-nya.

Kendati protoripe skala penuh ini sudah berhasil mencuri perhatian banyak lapisan masyarakat, namun dalam sebuah keterangan tertulis, pihak Audi mengatakan baru bisa merilis moda ini dalam waktu tujuh hingga 10 tahun mendatang.

“ Masih ada sejumlah rintangan besar dalam hal teknologi dan regulasi,” papar pihak Audi.

Baca Juga: Audi Pasang Banyak “Mata” Untuk Sistem Auto Pilot di Armada Anyarnya

“Ini (masalah regulasi) merupakan masalah yang sama dengan yang dihadapi oleh Uber, Aston Martin, Daimler, Bell Helicopter, dan sejumlah perusahan lain yang bergerak di bidang taksi udara,” tandasnya.

“Di masa yang akan datang, orang tua, anak-anak, dan orang-orang tanpa SIM akan ingin menggunakan taksi robot yang nyaman. Jika kita berhasil membuat alokasi lalu lintas pintar antara jalanan dan ruang udara, maka orang-orang dan kota-kota dapat mengambil manfaat dari hadirnya moda semacam ini,” tambah direktur utama ItalDesign, Dr. Bernd Martens.

 

 

Leave a Reply