AVE, 26 Tahun Beroperasi, Inilah Jaringan Kereta Cepat Terpanjang di Benua Biru

Sumber: BBC

Dua puluh enam tahun sudah warga Spanyol akrab dengan yang namanya Alta Velocidad Española (AVE). Ya, jaringan kereta cepat tersebut mulai dibangun sejak 1992, dan hingga kini masih terus beroperasi. Dengan panjang trek lebih dari 3.200 km, menjadikan AVE sebagai jaringan kereta cepat terpanjang di seantero Eropa. Kesuksesan AVE dalam meraih predikat tersebut disokong oleh 500 armada kereta cepat yang kemudian berimbas pada angka 36,5 juta penumpang setiap tahunnya.

Baca Juga: Whoosh! Inilah Lima Kereta Tercepat di Dunia, Proyek di Indonesia Ada di Peringkat Berapa Ya?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, operator infrastruktur kereta api Spanyol, ADIF telah mendeklarasikan diri sebagai salah satu ahli di bidang kereta berkecepatan tinggi pada tahun 2005 silam. Maka tidak heran jika banyak negara yang ingin bekerja sama dengan sang operator. Tidak hanya ahli, ADIF pun mematok standar tinggi bagi kelancaran operasi kereta. “Kereta yang molor 5 menit dari jadwal itu sudah masuk kategori sangat terlambat. Itu standar kami,” tutur salah satu juru bicara dari ADIF.

Nah, keberlangsungan pengoperasian AVE ini didukung oleh Albacete’s Control and Regulation Centre (CRC), salah satu dari empat ‘pusat saraf’ yang bertugas menjaga jaringan kereta cepat ini tetap berjalan dengan aman. Seperti yang bisa Anda lihat pada gambar di atas, nampak sebuah layar besar yang menampilkan keseluruhan jaringan AVE. Terdapat pula beberapa petugas yang tidak pernah absen memantau pengoperasian dari jaringan kereta cepat ini.

“Kami mengontrol lalu lintas 1.500 kereta per bulan saat mereka melakukan perjalanan sepanjang 607 km di jalur yang menghubungkan Madrid, Valencia dan Alicante. Dan semuanya real-time,” ujar salah satu petugas. Albacete CRC sendiri berfungsi untuk menunjukkan keefektifan sejumlah teknologi mutakhir yang diterapkan pada jalur kereta berkecepatan tinggi. Adapun salah satu teknologi mutakhir tersebut mampu mendeteksi objek di sepanjang trek dan memantau kondisi cuaca di sepanjang jalur.

Terkecuali di jalur Madrid – Seville, European Rail Traffic Management Systems (ERTMS) ditempatkan di sepanjang jaringan AVE, dimana hal tersebut memungkinkan pertukaran data antara kereta api dan infrastruktur melalui balises atau gelombang GSMR.

Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Diketahui, ADIF telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan pemilik infrastruktur kereta api dari berbagai negara, termasuk AS, Turki, Polandia, Rusia, dan Maroko. “Kami juga tidak segan untuk saling bertukar pengetahuan dengan operator lain, termasuk di bidang perbaikan, manajemen, konstruksi, dan kontrol jalur kecepatan tinggi,” ungkap pihak ADIF dalam sebuah pernyataan.

Ternyata, dibalik hebatnya sistem AVE yang nampak, ada regu hebat yang bekerja keras untuk melancarkan pengoperasiannya!