London North Eastern Railway Nantikan Sistem Sensor Bangku Karya McLaren

Sumber: Daily Express

Operator kereta api asal Tanah Britania yang mengoperasikan waralaba InterCity East Coast, London North Eastern Railway (LNER) tengah menguji sistem sensor yang diharapkan dapat mengatasi masalah ketersediaan tempat duduk. Teknologi ini nantinya dapat mengetahui apakah bangku di kereta masih kosong atau sudah ditempati penumpang. Hebatnya lagi, sensor yang kelak akan ditempatkan di atas bangku ini juga dapat membedakan antara barang bawaan (koper dan tas) dan manusia.

Baca Juga: Azuma Virgin, Kereta Cepat Ramah Lingkungan di Inggris, Mengular di 2018

Tingginya sensitifitas dari sensor inilah yang akhirnya menjadi daya jual dari McLaren Applied Technologies, sang pengembang. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman smartrailworld.com (7/8/2018), pihak McLaren akan terus melakukan uji coba sepanjang bulan Agustus ini, sebelum akhirnya diluncurkan pada musim gugur mendatang. Sementara itu, pihak LNER berharap teknologi ini mampu mengatasi masalah ketersediaan bangku yang sering dikeluhkan penumpang yang datang tanpa melakukan reservasi sebelumnya.

“Mungkin nantinya teknologi ini akan terintegrasi dengan aplikasi di smartphone, jadi penumpang dapat mengecek ketersediaan bangku melalui aplikasi tersebut,” tutur salah satu juru bicara dari LNER. Sebelumnya, teknologi yang hampir serupa sudah diterapkan di kereta api antar kota di Jerman, dimana para penumpang dapat melihat ketersediaan kursi melalui sebuah layar elektronik. Namun sensitifitas dari teknologi yang digunakan oleh Jerman ini tidaklah semutakhir yang kelak akan digunakan oleh LNER.

Menanggapi teknologi yang tengah dikembangkan oleh McLaren ini, seorang juru bicara dari LNER mengatakan bahwa ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap penumpang yang diprioritaskan untuk mendapatkan pelayanan maksimal.

“Kami mengetahui betapa menyebalkannya jiika Anda tidak mendapatkan bangku ketika hendak pergi menggunakan kereta, dan karena alasan itulah kami bersemangat untuk menghadirkan teknologi sensor ini,” tukasnya. Sensor ini adalah bagian dari sistem reservasi tempat duduk baru yang akan memungkinkan pelanggan untuk menemukan tempat duduk jauh lebih mudah dan lebih cepat. ” tandasnya.

Baca Juga: Lokomotif Uap Teranyar Inggris Tembus Kecepatan 161 Km Per Jam

Jika dikaitkan dengan kondisi perkeretaapian di Indonesia, khususnya Commuter Line Jabodetabek, nampaknya sistem sensor seperti ini akan sangat berguna bagi penumpang. Tidak perlu sama persis seperti yang diadopsi oleh Inggris, namun cukup dengan memaparkan apakah kondisi di dalam kereta masih memungkinkan penumpang untuk naik atau tidak. Dengan begitu, penumpang yang berada di dalam rangkaian pun akan merasa lebih nyaman karena tidak harus berdesak-desakan – terutama ketika peak hours.