Tuesday, March 10, 2026
HomeAnalisa AngkutanBak Primadona, LRT Jabodebek Kini Makin Jadi Andalan Kaum Pekerja

Bak Primadona, LRT Jabodebek Kini Makin Jadi Andalan Kaum Pekerja

Siapa yang tak pernah merasakan transportasi kereta layang yang satu ini. Semenjak dibangunnya jalur tersebut, masyarakat dimudahkan dengan akses yang awalnya begitu sulit dijangkau bahkan harus berjibaku dengan kemacetan kota Jakarta.

Ya, Light Rapid Transit atau dikenal sebagai LRT Jabodebek merupakan kereta sistem transportasi kereta ringan modern di Indonesia yang beroperasi secara otomatis tanpa masinis (sistem CBTC) dan diresmikan pada Agustus 2023. Dikelola oleh PT KAI, proyek ini menghubungkan pusat Jakarta dengan wilayah penyangga (Bekasi & Cibubur/Depok) guna mengurangi kemacetan.

Hingga saat ini LRT Jabodebek terus berinovasi kepada masyarakat sebagai transportasi dengan fasilitas yang lengkap juga menambah kenyamanan dari hiruk pikuknya kota Metropolitan yang selalu macet. Bagi masyarakat, LRT Jabodebek merupakan transportasi ‘penolong’ yang membuat penumpang bisa tiba ditempat tujuan dengan tepat waktu. Tak heran, transportasi LRT Jabodebek sudah menjadi primadona terutama pada kalangan pekerja yang membutuhkan waktu ekstra cepat dan tepat pada waktunya.

Sepanjang Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat sebanyak 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya menyentuh angka 2,1 juta pengguna.

Lonjakan ini paling jelas terlihat pada hari kerja, dengan rekor tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, yang mencapai 123.276 pengguna dalam sehari. Angka tersebut membuktikan bahwa LRT Jabodebek kini telah menjadi andalan utama bagi kaum penglaju atau pekerja perkantoran di Jakarta dan wilayah penyangga.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika yang dilansir dari laman Metro TV menjelaskan bahwa pertumbuhan ini juga tak lepas dari fasilitas pendukung yang kian lengkap di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. KAI menyediakan eskalator, lift, charging station, hingga water station gratis. Selain itu, aspek inklusivitas menjadi perhatian utama melalui penyediaan guiding block, akses lift prioritas, serta area khusus bagi pengguna kursi roda, lansia, dan ibu hamil.

Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta dalam sebulan, LRT Jabodebek kian mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi harian yang konsisten. Keandalan waktu tempuh dan integrasi antarmoda yang semakin matang menjadi dasar kuat bagi masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik yang lebih efisien.

LRT Jabodebek tentunya tak hanya pada jam-jam sibuk di hari kerja saja, namun menjadi solusi bagi masyarakat saat akhir pekan yang ingin menikmati perjalanan praktis dan efisien bersama keluarga, sanak saudara, dan kerabat dekat menuju ke lokasi tujuan yang mudah diakses di beberapa stasiun. Karena transportasi ini pula turit membantu kelancaran aktivitas masyarakat ibu kota yang tidak mau repot dengan padatnya lalu lintas jalan raya.

Wajib Tahu! Ini Dia Tarif LRT Jabodebek Jika Tanpa Subsidi

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Yang Terbaru