Bandara Australia Pekerjakan Robot Untuk Jual SIM Card Perjalanan

0
Robot Optus. Sumber: finder.com.au

Bepergian ke luar negeri memang menjadi salah satu opsi terbaik untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun. Mulai dari mengunjungi beragam destinasi wisata hingga menyaksikan pesta kembang api di malam pergantian tahun menjadi aktivitas yang amat sayang untuk dilewatkan. Namun apa jadinya jika perjalanan Anda mesti terhalang masalah keterbatasan jaringan komunikasi karena lupa membeli SIM card negara tujuan? Wah, ini memang masalah sepele dan harus Anda tangkal sebelum terjadi.

Baca Juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara

Guna mengatasi masalah ini, perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Australia, Optus dikabarkan tengah aktif mengembangkan sistem robotika yang akan menjual SIM card perjalanan kepada setiap penumpang yang masuk ke bandara-bandara di Australia. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman finder.com.au, robot humanoid kembangan Optus ini dapat mendengarkan pertanyaan dari para pelancong dalam berbagai bahasa.

Ketika ada penumpang yang hendak membeli SIM card perjalanan, robot Optus ini akan mendengarkan dan menanggapi permintaan penumpang. Lazimnya, robot ini akan merekomendasikan SIM card perjalanan sesuai kebutuhan penumpang. Setelah memilih SIM card yang hendak dibeli, maka Anda dapat dengan mudah mengaktifkannya melalui kios otomatis dengan cara memindai paspor (guna memverifikasi ID). Jika malas membayar dengan menggunakan uang tunai, Anda juga bisa memanfaatkan kartu kredit Anda untuk membayarnya. Simple, bukan?

Mungkin Anda semua akan sedikit bertanya-tanya, “mengapa sebuah robot yang notabene sangat canggih ditugaskan untuk menjual SIM card perjalanan? Mengapa tidak memerintahkan mereka untuk melakukan sebuah tugas yang lebih sulit atau berat?”

Jawabannya sederhana, karena robot dapat bekerja 24 jam/7 hari. Ya, bandara merupakan gerbang kedatangan utama bagi para pelancong yang hendak berkunjung ke Australia. Terlebih hampir semua bandara di Australia melayani penerbangan internasional selama 24 jam dalam sehari.

Baca Juga: Robot Vortex – Robot Kecil yang Lakukan Maintenance Pada Badan Pesawat Besar

Kemampuan utama yang dijual oleh pihak Optus adalah kemampuan bahasa dari robot humanoidnya – dimana perusahaan mengatakan bahwa robot ini bisa ‘menerjemahkan’ 20 bahasa, walaupun sampai saat ini robot baru bisa ‘menerjemahkan’ bahasa Inggris dan Chinese saja.

Leave a Reply