Robot Vortex – Robot Kecil yang Lakukan Maintenance Pada Badan Pesawat Besar

Robot Vortex. Sumber: newatlas.com

Tragedi Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada akhir tahun 2018 kemarin tentu saja memberikan pelajaran yang sangat berharga tentang maintenance pesawat. Ya, tersiar kabar bahwa pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 ini sudah tidak laik terbang sejak dua penerbangan sebelumnya. Pemeriksaan kondisi pesawat sebelum mengudara menjadi poin penting yang harus zero mistake.

Baca Juga: Ini Dia, Para Pekerja Ground Support System di Bandara

Ya, perkara human error dalam hal pemeriksaan kondisi pesawat sebelum mengudara ditengarai menjadi penyebab jatuhnya Lion Air JT-610. Nah, guna meminimalisir kesalahan yang disebabkan oleh manusia tersebut, sekelompok peneliti asal Eropa diketahui tengah mengembangkan Robot Vortex – yang menjadi fokus dari proyek CompInnova. Selain untuk meminimalisir kesalahan tersebut, pemeriksaan dengan menggunakan Robot Vortex terhadap pesawat akan memotong waktu kerja dan lebih murah.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (25/1/2019), robot yang menggunakan empat roda untuk melakukan mobilisasi ini akan dapat bergerak secara nirkabel dan mandiri di seluruh bagian luar pesawat dengan menggunakan sensor terintegrasi seperti kamera termal dan unit ultrasonik untuk mencari bagian yang ‘cacat’. Dalam beberapa kasus, Robot Vortex juga dapat menggunakan sejumlah perkakas seperti bos, laser, atau alat onboard lainnya untuk melakukan reparasi.

Saat ini, prototipe robot ini tengah diujicoba pada pesawat Boeing 737 oleh tim dari Luleå University of Technology Swedia di Cranfield University, Inggris. Robot Vortex memanfaatkan sistem penghisap udara yang berada pada bagian bawahnya, dimana hal ini memungkinkan robot untuk memanjat permukaan pesawat yang licin, terlepas dari sudut kemiringannya – dapat bergerak dalam orientasi apa pun. Khususnya, Robot Vortex ini mampu bergerak melintasi area sayap.

Baca Juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

“Visi kami adalah untuk melakukan inspeksi dengan memanfaatkan robot dan untuk melakukan perbaikan pesawat,” tutur Luleå’s Georgios Andrikopoulos, pemimpin teknis proyek.

“Bayangkan jika Anda bisa mengirim beberapa robot dan membiarkan mereka bekerja secara kolaboratif, baik waktu dan uang bisa dihemat sekaligus berpotensi untuk meningkatkan keselamatan di industri dirgantara,” tandasnya.