Bandara Changi Buka Laboratorium Pengujian Covid-19 Pada Q1 2021

0
Lab uji Covid-19 di Bandara Internasional Changi Singapura (straitstimes.com)

Pandemi hingga saat ini belum berakhir, bahkan beberapa negara mulai kembali menerapkan penguncian dan pelancong dari negara lain masih belum diperbolehkan untuk menikmati liburan mereka. Karena hal ini, berbagai negara mulai mengembangkan pengujian cepat untuk mendeteksi Covid-19.

Baca juga: Indonesia dan Singapura Siapkan “Reciprocal Green Lane” untuk Mudahkan Perjalanan Bisnis dan Resmi

Salah satunya yakni lab pengujian Covid-19 di Bandara Internasional Changi Singapura yang dijadwalkan akan dibuka pada kuartal pertama tahun depan. Mereka akan menggunakan kit pengujian yang dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk hasil dari 2,5 jam menjadi 1,5 jam.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (30/10/2020), waktu untuk mendapatkan hasil lebih pendek bagi pelancong dari negara-negara yang dianggap memiliki risiko infeksi Covid-19 yang lebih rendah. Menteri Transportasi Ong Ye Kung mengatakan, ini karena pihak berwenang telah mempelajari kelayakan untuk memperkenalkan tes yang kurang sensitif tetapi lebih cepat.

Ong Ye Kung mengatakan, Bandara Changi saat ini bisa menguji sampel hingga 10 ribu per hari dengan memanfaatkan laboratorium eksternal dan dapat menggandakan kapasitas ini jika diperlukan. Ong menjelaskan mempercepat proses pengujian Covid-19 menjadi pertimbangan utama dalam mendirikan lab baru.

“Anda tidak perlu mengangkut sampel dari Changi ke lab, yang menghemat banyak waktu. Setiap menit penting dalam kaitannya dengan operasi bandara,” katanya.

Ong menyebutkan, fasilitas lab pengujian baru akan menggunakan kit uji Resolute 2.0 polymerase chain reaction (PCR) yang dikembangkan bersama oleh DSO National Laboratories dan Agency for Science, Technology and Research. Alat tes PCR adalah standar emas dalam hal akurasi untuk tes Covid-19, tetapi lebih mahal dan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk diproses daripada opsi lain seperti tes cepat antigen atau tes breathalyser.

Untuk opsi lain dalam pengujian Ong mengatakan, selama alat tersebut cukup tinggi dalam hal sensitivitas maka akan berhasil. Sebab pada titik tertentu untuk negara-negara yang lebih aman bisa jadi diuji dengan alt pernapasan.

“Sudah sangat tidak mungkin para pelancong (dari negara-negara ini terinfeksi), jadi ini hanya tindakan pencegahan tambahan,” tambahnya.

Baca juga: Pandemi Tak Kunjung Berakhir, Bandara Changi Mulai Hadapi Masa Sulit

Tetapi dia juga mengakui bahwa tes breathalyser tidak seakurat tes PCR, misalnya, dan karenanya tidak dapat diterapkan untuk semua pelancong. Ong menjelaskan terkait subsidi biaya pengujian Covid-19 bagi para pelancong untuk membantu menghidupkan kembali lalu lintas penumpang, yang mana penerbangan selalu menjadi operasi komersial bagi seseorang yang memilih untuk bepergian, saya pikir itu adil untuk membayar ujian.

Leave a Reply