Di Tengah Pandemi, COMAC C919 Unjuk Gigi Perdana di Ajang Nanchang Flight Convention

0
Serangkaian aksi yang dilakukan oleh tim aerobatik dari Provinsi Guangdong, Tiongkok tenggara, selama Konvensi Penerbangan Nanchang 2020 di Bandara Yaohu, Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur, Minggu (31/10). Foto: Twitter Xinhua

Pesawat komersial buatan Cina, COMAC C919 dilaporkan berhasil unjuk gigi dalam perhelatan Nanchang Flight Convention pada 31 Oktober hingga 1 November 2020 lalu. Ajang tersebut merupakan partisipasi air show pertama pesawat twinjet lorong tunggal ini sejak sukses terbang perdana pada 2017 silam.

Baca juga: COMAC Serius Goyang Duopoli Airbus dan Boeing, Pesanan Nyaris 1.000 Unit Jadi Sinyal Kuat

Kantor berita Xinhua, sebagaimana dikutip Simple Flying, melaporkan Nanchang Flight Convention atau Konvensi Penerbangan Nanchang 2020 digelar di Bandara Yaohu, Nanchang, Provinsi Jiangxi, Cina. Selain menampilkan aksi akrobatik, acara tersebut juga menggelar pameran produk-produk aviasi terbaru Negeri Panda dan dunia.

Sejauh ini, sekalipun masih di tengah pandemi Corona, berbagai tim aerobatik dunia serta jet-jet menengah, termasuk COMAC C919, dilaporkan ikut meramaikan gelaran tersebut. Di antaranya, Diamond, Piper, dan Leonardo. Hanya saja, tak disebutkan dengan jelas apa saja produk-produk yang ditampilkan dan bagaimana air show tersebut berjalan.

Yang pasti, sejak pertama kali digelar pada tahun lalu, Nanchang Flight Convention memang sudah menarik minat pengunjung, khususnya warga lokal.

Kala itu, di antara berbagai pertunjukan, terdapat sekitar 800 drone yang menampilkan permainan cahaya indah. Selama beberapa menit, drone-drone tersebut terus memanjakan mata dengan berbagai formasi membentuk pesawat berbagai jenis secara 3D, baik dari militer maupun sipil; termasuk pesawat komersial kebanggan Cina, COMAC C919.

China Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) belakangan memang digadang-gadang bakal menggoyang duopoli Boeing dan Airbus dalam percaturan produsen pesawat komersial global. Hal itu setidaknya bisa tercermin dari adanya pesanan nyaris 1.000 pesawat.

Pada Juni lalu, Reuters melaporkan, COMAC dan China Express Airlines atau biasa juga dikenal sebagai Huaxia Airlines meneken perjanjian pembelian total 100 pesawat penumpang ARJ21 dan C919. Tidak disebutkan dengan jelas berapa pembagiannya.

Bahkan, media propaganda Partai Komunis Cina (PKC), Global Times, menyebut COMAC hingga saat ini telah menerima pesanan 815 pesanan untuk C919 dari 28 maskapai domestik dan asing. Tak disebutkan apakah jumlah tersebut termasuk pesanan 100 pesawat oleh China Express Airlines atau berbeda. Bila berbeda, berarti pesanan COMAC sudah mencapai hampir 1.000 pesawat.

Baca juga: Rusia-Cina Ribut, Proyek Pesawat CR929 Batal?

Wu Guanghui, wakil Kongres Rakyat Nasional (NPC) sekaligus kepala desainer pesawat mengungkap, saat ini, total enam pesawat C919 sudah memasuki fase uji terbang dan sertifikasi kelaikan terbang dari otoritas penerbangan sipil Cina sejak tahun lalu. Hasilnya, proses uji coba yang dilakukan di Shanghai, Xi’an, Dongying, dan Nanchang berjalan dengan baik. Bila proses sertifikasi yang sempat tertunda beberapa tahun ini selesai, bukan tak mungkin, jumlah pesanan pesawat akan lebih meningkat dari sekedar 1.000 pesanan.

Menariknya, bukan hanya narrowbody, pangsa pasar widebody juga ingin disusupi COMAC. Wu mengungkapkan bahwa pesawat CR929 sekarang dalam tahap desain awal. Pesawat widebody jarak jauh itu dikembangkan bersama oleh COMAC dan United Aircraft Corporation milik Rusia. Pesawat tersebut diklaim akan memiliki jangkauan terbang sejauh 12.000 kilometer dan 280 kursi dalam tiga kelas.

Leave a Reply