Petugas Keamanan Sita Lokomotif yang Tewaskan Dua Ekor Gajah di India

0
Lokomotif yang disita karena menwaskan dua ekor gajah di India (livemint.com)

Gajah menjadi salah satu hewan yang dilindungi di India dan termasuk hewan di dalam Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar. Bahkan karena menabrak gajah, sebuah lokomotif bisa disita.

Baca juga: (Lagi) Gajah Tewas Tertabrak Kereta Api di India

Seperti belum lama ini, sebuah lokomotif kereta api di India disita karena menjadi penyebab tewasnya dua ekor gajah. Dilansir KabarPenumpang.com dari livemint.com (22/10/2020), penyitaan ini dilakukan oleh petugas kehutanan di Assam karena menabrak induk dan anak gajah di dalam kawasan hutan Cagar Lumding.

Lokomotif itu disita dari Lapangan Kereta Api Bamunimaidan berdasarkan Undang-undang Perlindungan Satwa Liar, 1972. Dalam hal ini dikatakan penyitaan tersebut adalah pertama kalinya dilakukan oleh pihak berwenang.

Padahal Zona North-East Frontier Railway (NFR) mengatakan dalam sebuah pernyataan yang menyebutkan insiden tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurut seorang pejabat senior kereta api NF, lokomotif disita untuk penyelidikan independen oleh pejabat kehutanan.

Bahkan Perkeretaapian India telah memulai penyelidikan terhadap para mangkir. Menurut rilis resmi, satu mesin kereta api yakni lokomotif 12440 WDG4 telah disita dari kepemilikan DME Senior / Diesel / Guwahati Baru, Chandra Mohan Tiwari di Lapangan Kereta Api Bamunimaidan, gudang lokomotif diesel karena membunuh dua gajah India di Jalur Kereta Api KM pos nomor 180/9 dan 181/9 antara Patharkhula dan Stasiun Kereta Lamsakhang pada 27 September 2020 tengah malam.

Seekor gajah dan anaknya dibunuh oleh mesin kereta barang di daerah Lumding Assam pada 27 September. Sebelumnya dalam hal ini, masinis Lokomotif dan asisten masinis lokomotif telah ditangguhkan oleh Kereta Api dan penyelidikan internal telah dilakukan.

Mesin lokomotif yang disita tersebut kemudian diberikan kembali mengingat kesinambungan pelayanan esensial kepada publik. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Assam, Parimal Suklabaidya mengatakan, pihaknya tidak boleh gagal untuk mengambil sikap tegas terhadap perkeretaapian.

Dia menambahkan bahwa pembunuhan gajah di rel kereta api harus segera dihentikan. Perkeretaapian India telah mengklarifikasi bahwa mereka telah mengambil banyak tindakan untuk mencegah pembunuhan gajah saat melintasi rel kereta api.

Baca juga: Halau Gajah dari Lintasan Rel, Indian Railways Gunakan Suara Dengungan Lebah

Dikatakan bahwa pada 2019 sekitar 268 gajah dan pada tahun ini 61 gajah telah diselamatkan dengan memberlakukan pembatasan kecepatan pada kereta api saat melewati koridor gajah dan juga menerapkan ide-ide inovatif seperti ‘Plan Bee’ dan menyediakan jalur landai di lokasi yang telah diidentifikasi.

LEAVE A REPLY