Bangun Fase 2, MRT Jakarta Buat Rekayasa Lalu Lintas dari Thamrin sampai Monas

0

Fase 2 pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta sudah mulai bergerak sejak 15 Juni 2020. Ini terlihat dari sudah adanya pagar-pagar yang buat untuk lokasi konstruksi di sekitaran CP201 dari Bundaran HI menuju ke Monas.

Baca juga: Di 2030, MRT Singapura Perpanjang Jaringan Hingga 360 Km, Bagaimana dengan MRT Jakarta?

Dikatakan direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar, bahwa dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan lakukan satu kegiatan fisik. Dia menyebutkan kegiatan itu adalah rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan Thamrin.

Dia mengatakan dalam pembangunan fase 2 ini banyak yang akan dilakukan pihaknya salah satunya adalah menyembunyikan ventilasi tower tidak seperti yang terlihat di fase 1 sebelumnya.

“Kalau ventilasi tower di fase sebelumnya terlihat di dekat entrance. Tapi d fase 2 ini akan kita tata lebih rapi dan letaknya tidak akan terlihat seperti fase 1 karena kita sekaligus jalankan TOD,” ujar William dalam forum jurnalis, Rabu (22/7/2020).

Selain itu dalam pengerjaan fase 2 disebutkan William, MRT Jakarta akan membangun tunnel dari Bundaran HI sampai ke Harmoni dengan panjang 1942 meter. Dalam pengerjaan ini akan ada dua stasiun yakni Thamrin dan Monas.

“Di mana Stasiun Thamrin kedepannya akan menjadi integrasi jalur timur-barat. Selain itu kami juga perhitungkan jumlah traffic pengguna stasiun ini,” tambahnya.

William menjelaskan, dalam pembangunan fase 2 lebih sulit dibandingkan fase 1 sebelumnya. Hal tersebut karena melintasi daerah cagar budaya dan komplikasi tanah lunak serta penurunan yang akan terjadi.

“Kami benar- benar memikirkan dan menangani stasiun dengan baik karena ingin memiliki masa bertahan sangat panjang sehingga ada inves serius di tanah-tanah lunak. Tanah di Thamrin ada yang cepat sekali turun dan stabil bahkan ada yang komplikasi, bisa dikatakan kesulitannya luar biasa,” kata William.

Selain itu direktur konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan, dalam pengerjaan fase 2 ini pihaknya membuat diaphragm wall lebih dalam sekitar 30 meter dibandingkan dengan tunnel yang hanya 17 meter. Dia menjelaskan dalam pengerjaan CP201 ini MRT Jakarta akan melakukan tiga tahap rekayasa lalu lintas.

“Tahap 1 kita mulai akhir Juli 2020 sampai Maret 2023 itu kita geser traffic ke kanan dan kiri karena area tengah kita gunakan untuk bekerja. Tahap 2 April 2023 sampai Desember 2023 area kerja bergeser ke kiri dan traffic bergeser ke area sisi barat. Sedangkan tahap 3 Januari 2024 sampai Maret 2025 area kerja pindah ke kanan dan traffic di kiri,” jelasnya.

Selain itu MRT Jakarta juga akan memindahkan halte TransJakarta yang ada di Bank Indonesia dengan halte sementara atau eksisting. Silvia menjelaskan, mdfek akan membangun satu di depan BI dan satu lagi di depan Bank Mandiri.

Baca juga: Thermal Scanner di Stasiun MRT Jakarta, Selain Deteksi Suhu Tubuh Juga Bisa Kenali Rentang Usia Calon Penumpang

“JPO akan kami mulai bongkar di Agustus 2020 tapi sebelum jadi halte sementaranya, penumpang masih bisa menggunakan zebra cross ke halte lama. Setelah halte sementara yang kita buat jadi, baru semuanya pindah ke halte itu, ini akan berlangsung selama pengerjaan fase 2,” kata Silvia.

Leave a Reply