Boeing 747-300SR, Pesawat Jumbo Langka untuk Penerbangan Jarak Pendek

0
Japan Airlines Boeing747-300SR. Foto: Kjell Nilsson via Wikimedia Commons

Boeing 747 biasanya identik dengan perjalanan jauh berkisar belasan jam. Sebab, pesawat berjuluk “Queen Of The Skies” tersebut memang didesain untuk penerbangan lintas benua sejak pertama kali diluncurkan pada awal tahun 1969. Namun, di balik itu, mungkin sedikit yang menyadari bahwa pesawat komersial jumbo ikonik Boeing itu juga tersedia dalam versi SR atau Short Range, sekalipun dalam jumlah terbatas.

Baca juga: Tak Satupun Terbang, Airbus A380 Keok dari “Queen Of The Skies” Boeing 747

Menurut analisa Universitas McGill, Montreal, Kanada, Boeing 747SR memang memiliki kapasitas bahan bakar yang lebih kecil dibanding rekan sejawatnya (747 jenis lain). Namun, ia memiliki kemampuan mengangkut penumpang lebih banyak dibanding jenis lain.

Di versi awal, Boeing 747SR mampu mengangkut hingga 498 penumpang, yang kemudian meningkat jadi 550 penumpang. Bahkan, di situs boeing-747.com, 747SR disebut mampu mengangkut hingga 600 penumpang di rute Okinawa – Tokyo, Jepang.

Selain itu, struktur pesawat juga dimodifikasi untuk menyesuaikan penggunaan. Oleh karenanya, tak heran bila pesawat itu mampu mengangkut lebih banyak penumpang dan menahan beban ekstra saat lepas landas dan pendaratan; mengingat pesawat digunakan untuk jarak pendek.

Karena diproduksi terbatas, maskapai yang mengoperasikannya pun juga tak banyak. Salah satu yang terbesar adalah maskapai nasional Jepang, Japan Airlines (JAL). Simple Flying menyebut, varian pertama yang bergabung dengan maskapai ini adalah 747-100SR. Sejak kedatangan pertama pada September 1973, JAL terus menambah armada 747SR-nya hingga berjumlah tujuh unit pada April 1975.

Belum puas, JAL menambah lagi dua unit 747-100B pada tahun 1986. Berbeda dengan versi sebelumnya, versi tersebut memiliki dek atas (double decker) untuk mengokomodir maskapai mengangkut lebih banyak penumpang.

Menariknya, salah satu pesawat jenis itu, dengan nomor registrasi N911NA, kemudian bergabung dengan NASA sebagai Pesawat Pengangkut Antar Jemput. Pesawat itu mulai dioperasikan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (AS) pada tahun 1991.

Melihat prospek bagus bersama Boeing 747SR, JAL pun tertarik mengoperasikan versi terbarunya, yakni 747-300 SSR. Tercatat, hanya dalam kurun waktu tiga bulan (Desember 1987 dan Februari 1988), empat pesawat tersebut diterbangkan dari markas Boeing di Everett ke basis JAL di Osaka International Airport.

JAL kemudian mengoperasikan pesawat tersebut bukan hanya untuk tataran regional, sebagaimana 747SR sebelumnya, melainkan sudah menjangkau negara-negara tetangga di Asia. Penerbangan dan pesawat tersebut kemudian dilanjutkan oleh anak perusahaan mereka, JALways.

Setelah belasan tahun beroperasi, tahun 2007 silam, pesawat pertama JAL Boeing 747-300 SSR, dengan nomor registrasi nomor registrasi JA8179, akhirnya harus lepas ke pangkuan WFBN Wells Fargo Northwest Bank. Hanya bertahan sekitar lima tahun, Transaero Airlines kemudian mengambil alih pesawat pada Februari 2012. Selang beberapa waktu, pesawat akhirnya harus menemui ajal saat diparkir selama-lamanya di fasilitas penyimpanan pesawat.

Selain JAL, maskapai lainnya yang mengoperasikan Boeing 747-100BSR (versi SR yang ditingkatkan, khususnya kemampuan berat lepas landas maksimum) pada penerbangan jarak pendek adalah maskapai Jepang lainnya, All Nippon Airways (ANA). ANA tecatat mengoperasikan pesawat tersebut mulai Desember 1978 sampai November 1982.

Baca juga: Ledakkan Boeing 747 Asli untuk Film Tenet, Sutradara Christopher Nolan: Lebih Efisien

Berbeda dengan JAL yang bisa mengangkut hingga 600 penumpang, umumnya ANA hanya mengangkut sebanyak 455 penumpang di rute-rute domestik. Kondisi tersebut terus berjalan sebelum akhirnya terhenti karena pensiun pada Mei 2006.

Akan tetapi, baik JAL, JALways, maupun ANA, kehadiran pesawat Boeing lain, 777-300, pada akhirnya harus membuat mereka mau tak mau beralih ke pesawat yang dinilai lebih ekonomis dari 747SR itu untuk operasional jarak pendek.

Leave a Reply