Banyak Perombakan, Wahana Udara Terbesar Airlander 10 Siap Komersial di 2024

0
Pengembang Airlander 10, HAV, saat ini tengah melakukan banyak perombakan. Ditargetkan, kapal udara terbesar itu akan kembali mengudara pada 2024 mendatang. Sumber: newatlas.com

Setelah mengumumkan akan mengkomersialkan wahana udara terbesar pada 2020, Hybrid Air Vehicles (HAV) akhirnya dengan rendah hati memastikan rencana tersebut molor. Hal tersebut didasari oleh banyak hal, seperti perubahan desain, dimensi, hingga teknologi mutakhir terbarukan.

Baca juga: Gagal Saat Uji Terbang, Hybrid Air Vehicle Tidak Gentar Komersialkan Airlander 10

Seperti dikutip dari robbreport.com, Senin (27/1), belum lama ini, perusahaan kapal udara asal Inggris tersebut (HAV) kembali muncul ke publik. Kemunculannya tersebut dibarengi dengan berbagai bocoran terbaru soal perkembangan kapal udara terbesarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sejak berhasil mengujicoba prototipe Airlander 10 pada 2017 lalu, lengkap dengan beberapa insiden yang mewarnainya, HAV seperti menghilang bak hantu. Tak ada informasi apapun mengenai perkembangan wahana udara yang mirip Kapal Udara Zeppelin di masa lalu tersebut.

Kemunculan HAV tentu mengejutkan berbagai pihak. Terlebih, impian HAV untuk mengkomersialkan wahana udara tersebut memang ditentang banyak pihak. Namun, HAV tetap pada pendiriannya. Justru saat ini, mereka sudah mendapatkan pakem terbaru, dengan berbagai transformasi dari prototipe sebelumnya.

Airlander 10 yang sedang dikembangkan saat ini nantinya akan berwujud lebih besar, menjadi 97 meter dari sebelumnya hanya 92 meter. Selain itu, bagian depannya akan dibuat lebih bulat, lengkap dengan bagian ekor terbaru. Bentuk mutakhir tersebut juga diklaim akan lebih efisien. Bahkan, diklaim mencapai emisi karbon 75 persen lebih rendah dari pesawat atau kapal udara sejenis. Model pendaratannya pun juga telah berubah dari jenis pendaratan tipe helikopter menjadi model pendaratan pesawat dengan dukungan enam kaki.

Tak hanya itu, Airlander 10 yang telah dimutahirkan juga dilengkapi dengan kabin yang lebih luas dan lebih panjang untuk penumpang dan kargo. Dengan model lebih panjang, kabin utama (tidak termasuk dek kapal) menawarkan ruangan sebesar 640 meter persegi, memastikannya mewah dan nyaman untuk penerbangan premium ke kutub utara yang menjadi tujuan Airlander 10.

Dengan kapasitas 16 penumpang, model next-gen juga memungkinkan “The Flying Bum” dapat tetap di langit selama tiga hari penuh dan memiliki daya jelajah sekitar 3704 kilometer. Spesifikasi tersebut digadang-gadang membuat penumpang jauh lebih nyaman dibanding pesawat konvensional.

Perlu diketahui, wahana udara tersebut dapat terbang lebih lama di udara karena menggunakan aerodinamika dan teknologi yang lebih ringan dari udara untuk menghasilkan daya angkat, yang memungkinkan kendaraan untuk tetap tinggi selama beberapa pekan.

Baca juga: Bell Tampilkan Desain Teknologi Taksi Udara

Guna merealisasikan semuanya, saat ini, tim juga membuat penyesuaian untuk meningkatkan penanganan di semua mode penerbangan — lepas landas, naik, mengudara, turun, atau mendarat — dan menambahkan sistem penggerak maju dan teknologi pendorong baru. Sebagai tambahan, kini HAV juga sedang mengembangkan sistem propulsi listrik dengan Collins Aerospace dan University of Nottingham, yang memungkinkan kapal udara menyentuh angka 0 karbon persen.

Tak sabar bagaimana hasilnya? Berbagai pemutakhiran tersebut diakui memang membutuhkan waktu agak lama. Oleh karenanya, HAV memperkirakan Airlander 10 pertama akan kembali mengudara pada 2024 mendatang.

Leave a Reply