Berkat Teknologi GPS, Lampu Sein di Sepeda Bisa Menyala Otomatis

0
Lampu sepeda (newatlas.com)

Sepeda saat ini tengah menjadi transportasi pilihan di kala pandemi juga baiknya memiliki kelengkapan yang cukup bagi pengendaranya. Salah satunya adalah penambahan lampu depan atau belakang atau keduanya. Lampu ini untuk memudahkan pengendara lainnya mengetahui ada pengendara sepeda di depannya.

Baca juga: Sambil Gowes, Iwind Bikin Pesepeda Mampu Menghirup Udara Murni

Baru-baru ini sejumlah lampu sepeda pintar tersedia dan bisa menyala secara otomatis saat keadaan di luar gelap. Lampu ini dilengkapi dengan sistem ioLight di mana bisa menunjukkan pengendara sepeda akan berbelok seperti pengguna sepeda motor.

Untuk penggunaannya, lampu akan menyala karena dipicu oleh koordinat GPS pengguna. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (1/9/2020), lampu ini besutan produsen lampu sepeda yang berbasis di Los Angeles Lumenus. Di mana perusahaan ini pernah menghadirkan jaket bersepeda dengan lampu sein terintegrasi.

Sistem ioLight ini bisa dengan mudah digunakan melalui tambahan di aplikasi pada Android atau iOS yang bisa mengubah warna LED lampu depan yang putih atau lampu merah di belakang menjadi lainnya. Untuk menggunakan lampu ini, pengguna sebelum berangkat bisa memulai dengan menggunakan aplikasi dan memasukkan tujuan mereka.

Kemudian perangkat lunak akan memilih rute ramah bersepeda tercepat dari lokasinya saat ini ke tujuan. Cara kerjanya pun mudah, ketika pengguna mulai mengayuh, aplikasi akan secara otomatis memberi tahu jika ada belokan di jalanan depan dengan cara berurutan memflash strip lampu ke depan ke arah belokan.

Tak hanya itu, lampu di bagian belakang juga akan ikut berkedip ke arah yang sama. Sehingga dengan kedipan lampu di sepeda membuat para pengendara lainnya sadar akan jalanan yang ditempuh pesepeda.

Jika pengguna ingin mengganti aplikasi, maka mereka dapat mengubahnya secara manual dengan mengaktifkan atau menonaktifkan fungsi sinyal belok (di kedua lampu) serta menekan tombol di kedua sisi lampu depan. Namun jika mereka menggunakan pintasan di luar peta atau tidak ingin sepenuhnya mengikuti rute yang dipetakan, maka perubahan itu akan dicatat oleh aplikasi, dan kemudian dapat dimasukkan ke dalam sinyal belok otomatis pada perjalanan berikutnya.

Selain itu, setiap kali pengendara mendekati area yang “rumit” seperti persimpangan atau bundaran, lampu depan secara otomatis akan menyala untuk memastikan mereka diperhatikan. Tak hanya itu, setiap kali pengendara sepeda menginjak rem, sensor gerak di lampu belakang mendeteksi perlambatan dan merespons dengan berdenyut.

Baca juga: Masih Belum Berminat? Sepeda Listrik Xiaomi Ini Bisa Dilipat Seukuran Ransel!

Lampu juga dapat dibeli secara terpisah dan digunakan sebagai lampu depan atau belakang standar, tanpa aplikasi. Keduanya memiliki output 200 lumens, tahan air dan debu IPX5, memiliki visibilitas 360 derajat, dan dilaporkan dapat bekerja selama lebih dari 30 jam per pengisian baterai lithium 3,7 volt atau 2200 mAh.

Sebagai bonus tambahan, mereka bersinar dalam gelap bahkan saat dimatikan. Dua paket yang terdiri dari kedua lampu dengan harga US$160. Setelah itu, harganya akan naik menjadi US$200.

Leave a Reply