Kurangi “Lost Luggage,” Amerika Serikat Berlakukan Pelacakan Barang dari Bagasi

Dalam rangka meningkatkan efisiensi penanganan barang di bagasi terdaftar (kargo) dan tentunya atas alasan keamanan, International Air Transportation Association (IATA) dan Airlines for America (A4A) melancarkan kampanye global dalam kurun waktu setahun penuh terkait baggage tracking. Tidak hanya itu, kampanye ini juga bertujuan untuk mengurangi tingkat “salah penanganan” tas para pelancong yang ada di bandara-bandara di Negeri Paman Sam.

Seperti diwartakan KabarPenumpang.com dari laman saudigazette.com.sa (24/7/2017), kampanye ini dilandasi oleh fakta yang menunjukkan tingginya angka kedatangan barang bawaan penumpang ke bandara tanpa tuannya.

Baca Juga: Penanganan Bagasi di Bandara Kini Libatkan Teknologi RFID

Setiap tahunnya, lebih dari empat miliar tas ikut mengudara dalam penerbangan global. Sementara itu, kurang lebih 0,43 persen dari jumlah tersebut datang tidak dengan pemiliknya, dan biasanya kejadian ini terjadi akibat pihak maskapai salah menerbangkan barang bawaan tersebut. Kerap kali juga ditemui kasus barang bawaan penumpang yang tertukar. Oleh karenanya, dunia industri penerbangan bertekad untuk melakukan pelayanan yang lebih baik dengan menyetujui Resolution 753 (R753).

R753 sendiri bertujuan untuk mengurangi jumlah barang bawaan penumpang yang hilang, tertinggal, hingga tertukar dengan cara mencatatnya pada setiap tahap perjalanan melalui penggunaan terknologi pelacakan cerdas. Rencananya, pada bulan Juni 2018 mendatang, setiap perusahaan penerbangan berkomitmen untuk dapat melacak setiap barang yang mereka terima di bandara, mengetahui keberadaan tas tersebut ketika mengudara, dan memastikan barang bawaan tersebut tiba di bandara tujuan bersama dengan pemiliknya. Pihak maskapai penerbangan juga diharapkan dapat berbagi informasi pelacakan ini dengan operator interline sesuai dengan kebutuhan.

Sumber: saudigazette.com.sa

Baca Juga: Terlambat 2 Jam, Bagasi Penumpang Malindo Air Tak Kunjung Tiba Setelah 5 Jam Menanti

Kepala Pengoperasian Bagasi Global IATA, Andrew Price mengatakan perbaikan layanan dari berbagai aspek sangat penting untuk menunjang tingkat kepercayaan konsumen terhadap suatu maskapai. “Tiba di destinasi tujuan tanpa barang bawaan merupakan mimpi buruk bagi para penumpang. Dalam periode satu dekade terakhir, kami meningkatkan pelayanan di bagian bagasi sebesar 54 persen. Langkah selanjutnya adalah untuk semakin menyadari manfaat dari program baggage tracking sehingga pelayanan kepada para penumpang bisa lebih maksimal,” tutur Andrew.

Tidak hanya itu, Andrew pun membeberkan keuntungan lain dari program ini, seperti memungkinkan pelaporan proaktif, dan mempercepat kesiapan sebuah maskapai untuk mengudara. “Juga program ini bisa memfasilitasi proses otomatisasi bagasi dan dapat mengurangi kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Sepaham dengan Andrew, Managing Director of Passenger Services di A4A, Patty Edwards pun menambahkan bahwa program baggage tracking ini merupakan wujud kolaborasi pihak maskapai penerbangan dengan pihak bandara untuk sama-sama saling meningkatkan kinerjanya dalam melayani penumpang. ”Pihak maskapai dan bandara saling bahu membahu untuk memastikan infrastuktur yang tersedia dapat menyempurnakan pelayanannya kepada para penumpang,” ujar Patty.

Baca Juga: PT Angkasa Pura II, Buat Transparasi Penanganan Bagasi

Kampanye baggage tracking ini akan membantu perusahaan penerbangan mempersiapkan tenggat waktu pelaksanaan R753 yang jatuh pada Juni 2018. Kampanye ini juga akan dibarengi dengan serangkaian inisiatif yang disesuaikan dengan berbagai pemangku kepentingan. Ini termasuk lokakarya regional untuk entitas penerbangan utama dan kampanye kesadaran untuk para pelancong.