Bikin Kaget, Artis Ini Dapat Tagihan Rp11 Triliun Gegara Selonjoran di Pesawat

0
Ilustrasi extra leg room. Foto: Clark Howard

Sudah bukan rahasia bahwa penerbangan di masa lalu lebih nyaman dibanding penerbangan di era modern seperti sekarang ini. Sebab, maskapai saat ini pada umumnya menempatkan kursi per 78 cm, cukup rapat dibandingkan penerbangan di masa lalu hingga 86 cm. Hal tersebut membuat penumpang pada umumnya tidak duduk persis di samping jendela.

Baca juga: Inilah 11 Perbedaan Maskapai Penerbangan Era 70-an dengan Sekarang

Di samping itu, ukurannya juga tidak sebesar dahulu, meskipun dinilai ukuran jendela yang lebih kecil saat ini berkaitan dengan faktor safety.

Penempatan kursi yang jauh lebih rapat juga menjadikan ruang kaki atau leg room kian menipis. Tak ayal, di berbagai penerbangan, tak sedikit dari penumpang yang meminta extra leg room untuk mendapat kenyamanan lebih, seperti yang dialami oleh komedian asal Australia, Dave O’Neil.

Hanya saja, entah apa yang terjadi, usai komedian yang juga aktor, bassist, penulis, dan presenter TV serta radio tersebut meminta extra leg room di penerbangan Qantas, pada April lalu, tagihan fantastis pun muncul. Tidak main-main, ia menerima tagihan sebesar US$770 juta atau sekitar Rp11 triliun lebih (kurs 14.535).

Merasa janggal, ia pun membagikan pengalaman buruknya itu ke media sosial. Dalam unggahannya, ia mengaku tak keberatan untuk membayar itu semua, hanya saja, ia gusar karena itu dirasa terlalu mahal untuk sebuah extra leg room.

“Hai @Qantas, yang saya inginkan hanyalah extra leg room di penerbangan saya ke Perth, sangat senang membayarnya, tetapi ini tampaknya agak mahal,” tulisnya dengan dibarengi foto tagihan nyaris Rp11 triliun dari maskapai, seperti dikutip dari Travel and Leisure.

Tak butuh waktu lama, postingan O’Neil pun viral dan menyita perhatian publik serta tentu saja Qantas. Melalui media sosialnya, Qantas memintanya untuk mengkontak perusahaan via DM untuk ditindak lanjuti permasalahan tersebut.

Secara terpisah, juru bicara Qantas menyebut, “Meskipun kami tahu bahwa pelanggan sangat menghargai extra leg room, harga yang ditampilkan jelas sedikit berlebihan,” jelasnya.

Baca juga: Japan Airlines Bingung Saat Orang Terberat di Dunia Naik Pesawat, 16 Kursi Jadi ‘Korban’

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa penumpang dikenakan biaya yang benar sebesar US$70 per sektor extra leg room dan kami sedang menyelidiki apa yang menyebabkan jumlah yang salah ditampilkan,” tambahnya.

Dari keterangan di atas, hampir dapat dipastikan bahwa insiden ini murni sebuah kesalahan ketik atau kesalahan teknis. Tetapi, bila semua itu dijalankan oleh sistem secara otomatis, tentu ini menjadi sebuah pekerjaan rumah besar buat maskapai sebelum benar-benar dibanjiri penumpang pasca pandemi virus Corona berakhir.