Bila di Udara ada Air Navigation Charges, maka di Laut ada Traffic Separation Scheme

Sumber: Istimewa

Bila dalam dunia dirgantara dikenal istilah Air Navigation Charges, yaitu skemayang mengatur tentang arus perjalanan suatu penerbangan di ruang udara negara lain. Persisnya setiap pesawat harus tunduk terhadap arahan dari masing-masing ATC (Air Traffic Control) yang ada di setiap negara ketika melintasinya. Ada juga biaya “service” yang dikenakan kepada setiap penerbangan yang melintasi ruang udara suatu negara. Tapi, bukan hanya pesawat saja yang harus tunduk pada arahan dari ATC, pun halnya dengan kapal laut yang juga harus tunduk pada TSS selama melakukan navigasi pelayaran.

Baca Juga: “Air Navigation Charges,” Biaya Jasa Navigasi ATC Saat Pesawat Melintas di Suatu Negara

Nah, mungkin sebagian dari Anda akan bertanya-tanya, “Apa sih TSS itu? Apakah penting bagi kelautan Indonesia?”

Merujuk pada definisinya, TSS atau Traffic Separation Scheme merupakan sistem rute manajemen lalu lintas maritim yang pengaturannya berada di bawah International Maritime Organization (IMO). Jalur lalu lintas maritim ini menunjukkan arah umum kapal di zona terkait dan semua kapa yang berada di bawah navigasi dari TSS semuanya berlayar ke arah yang sama (beraturan).

Adapun penerapan dari TSS ini akan berdampak pada:
1. Membantu mengurangi dan mengelola lalu lintas di arus lalu lintas yang berlawanan,
2. Membantu pengelolaan kapal yang hendak masuk atau keluar dari area pelabuhan,
3. Arahan tentang jarak aman antar kapal,
4. Menyediakan rute untuk deep draught vessels, dan lain sebagainya.

Selain mengatur tentang arus lalu lintas kapal, TSS ini juga turut memberikan pedoman terkait kapal yang hendak melintas memotong jalur yang sudah ada. Menurut aturan TSS yang ada di laman wikipedia, setidaknya kapal yang hendak melintas ini membuat sudut 90 derajat layanya zebra cross yang ada di jalanan.

Hadirnya skema lalu lintas maritim semacam ini lantaran adanya peningkatan dari jumlah modanya itu sendiri. Jikalau tidak diatur dengan sedemikian rupa, maka tak pelak kekacauan di jalur laut akan siap mengancam. Poin dari hadirnya TSS adalah menjamin keamanan dan keselamatan dalam lalu lintas pelayaran.

Baca Juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Saat ini TSS telah hadir di Selat Sunda dan Selat Malaka, mirip dengan Air Navigation Chargers, setiap kapal yang melewat zona TSS juga berkewajiban membayar biaya jasa pelayanan panduan pelayaran, sesuai peraturan, besarnya biaya jasa TSS ditetapkan dari bobot tonase kapal.