Boeing 377 Stratocruiser, Pesawat dengan Kabin Bertekanan Pertama di Dunia

0
Boeing 377 Stratocruiser milik Pan Am. Foto: Pinterest

Airbus mungkin patut berbangga dengan mahakaryanya lewat pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380. Namun, Boeing juga patut lebih berbangga diri dengan salah satu produknya, Boeing 377 Stratocruiser, yang didaulat menjadi pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia, yang mempelopori teknologi kabin pada pesawat masa kini.

Baca juga: Douglas DC-8: Lambang Supremasi Penerbangan Jarak Jauh Garuda Indonesia di Era 60/70-an

Dilansir laman Simple Flying, Boeing 377 Stratocruiser sebuah pesawat jarak jauh berukuran besar sayap rendah (low wing) yang dibangun setelah Perang Dunia II. Stratocruiser adalah model komersial pertama yang dibangun oleh Boeing sejak era Stratoliner.

Salah satu kemewahan pada Boeing 377 Stratocruiser. Foto: SFO Museum

Pesawat ini dikembangkan dari Boeing C-97 Stratofreighter, turunan militer B-29 Superfortress yang digunakan untuk mengangkut tentara. Penerbangan pertama pesawat legendaris Stratocruiser terjadi pada 70 tahun lalu, tepatnya tanggal 8 Juli 1947. Adapaun secara komersial, penerbangan perdana terjadi dua tahun berikutnya bersama maskapai legendaris, Pan Am, yang kala itu mengoperasikan antara San Francisco dan Honolulu Amerika Serikat.

Selama masa kejayaannya, pesawat ditawarkan dalam tiga varian berbeda, Mini Guppy, Super Guppy, dan Pregnant Guppy, dan hanya diproduksi sebanyak 56 unit dalam rentang waktu tahun 1947-1950. Hal itu karena pesawat kerap bermasalah di sejumlah lini. Seperti masalah kronis dengan mesin radial utama 28-silinder Pratt & Whitney Wasp hingga masalah pada baling-baling (turboprop) empat pisau pesawat tersebut.

Sebelum gugur akibat perkembangan teknologi, kala itu, beberapa maskapai dunia termasuk Angkatan Udara Israel sempat menjadi pelanggan utama Boeing, seperti Nigeria Airways, Scandinavian Airlines, serta British Overseas Airways Corporation (BOAC) yang mengoperasikannya untuk rute transatlantik. Pada tataran regional atau domestik, Boeing 377 Stratocruiser juga menghiasi langit Amerika Serikat bersama dengan Pan Am, DAI Airways, Northwest Orient Airlines, Transocean Air Lines, dan United Airlines.

Suasana di Boeing 377 Stratocruiser. Foto: Pinterest

Setelah lebih dari satu dekade membuat sejarah bersama beberapa maskapai, Boeing 377 Stratocruiser akhirnya harus pensiun setelah Pan Am menghentikan layanan bersama pesawat tersebut pada tahun 1961 sekaligus menjadi pertanda berakhirnya era 377 Stratocruiser.

Kala itu, kedigdayaan 377 Stratocruiser harus runtuh setelah hadirnya de Havilland Comet, sebuah pesawat jet komersial pertama dunia keluaran Britania. Selain itu, saingan juga datang dari rekan senegara mereka, Douglas Aircraft Company atau McDonnell Douglas Aircraft, yang pada ‎30 Mei 1958 berhasil menerbangkan Douglas DC-8. Kehadiran keduanya pun kemudian menarik perhatian maskapai global dan pada akhirnya benar-benar meninggalkan Boeing 377 Stratocruiser.

Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak Jauh

Sekalipun telah tiada, selain dikenang karena kontribusinya dalam memulai penerbangan pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia, Boeing 377 Stratocruiser yang mampu terbang sejauh 6.800 km dan kecepatan jelajah maksimal 484 kilometer per jam, juga dikenang karena berbagai kemegahannya.

Walaupun hanya mampu mengangkut 100 penumpang, namun, pesawat double deck atau dua lantai tersebut dinilai berhasil memberikan tingkat kenyaman lebih setara kelas bisnis di era penerbangan modern seperti sekarang ini. Mulai dari tempat tidur susun atas bawah yang mampu menampung 28 penumpang, kursi samping memanjang yang nyaman dan saling berhadapan di bagian belakang pesawat, tepatnya di dekat bar dan tangga memutar, jendela yang lebih besar, hingga desainnya yang mewah.

Leave a Reply