Boeing 747-400 Korean Air Disulap Jadi Wahana Peluncur Roket Luar Angkasa

0
(Foto: BriYYZ via Wikimedia)

Sinergitas antara maskapai penerbangan dan angkatan udara telah terjalin erat, tidak hanya yang terjadi antara Garuda Indonesia dan TNI AU, dari Negeri Ginseng dikabarkan Korean Air bersama dengan Angkatan Udara Korea Selatan – Republic of Korea Air Force (RoKAF), telah memulai penelitian untuk menggunakan pesawat jumbo jet Boeing 747-400 sebagai wahana peluncuran roket luar angkasa.

Baca juga: Imbas Virus Corona, KLM Pensiunkan Boeing 747-400 Lebih Cepat, Salah Satunya “City of Jakarta”?

Dikutip dari Janes.com (20/7/2021), Korean Air mengumumkan pada 20 Juli lalu, bahwa maskapai plat merah itu telah mulai melakukan penelitian tentang kelayakan penggunaan pesawat komersial berbadan lebar (wide body) yang dimodifikasi untuk peluncuran roket ruang angkasa dan kendaraan orbital. Selain melibatkan RoKAF, proyek ini juga melibatkan Universitas Nasional Seoul yang ditugaskan oleh Kementerian Pertahanan.

Lebih detail,dalam sebuah pernyataan pihak Korean Air mengatakan bahwa mereka akan menganalisis kemampuan Boeing 747-400, teknologi utama yang akan diterapkan, biaya operasi tahunan, dan modifikasi pesawat yang diperlukan untuk peluncuran roket di udara. Proyek ini tentu ada dasarnya, yaitu setelah pada akhir Mei lalu terwujud perjanjian ‘Revised Missile Guidelines’ – yang membatasi jangkauan rudal balistik Korea Selatan hingga 800 km.

Otoritas pertahanan Korea Selatan menggambarkan proyek penelitian ini sebagai sesuatu yang sangat penting. Roket yang diluncurkan dari udara dapat diluncurkan ke berbagai arah dan di sepanjang rute yang berbeda, dan ini akan membantu Korea Selatan mengatasi keterbatasan geografisnya. Saat ini, Negara di Asia timur laut ini hanya dapat meluncurkan satelit ke selatan dari Pusat Antariksa Naro di Kabupaten Goheung Provinsi Jeolla Selatan.

Baca juga: Intip Teleskop Terbang Terbesar di Dunia Boeing 747 NASA

Boeing 747 bukan pertama kali diberi tugas untuk mengusung wahana luar angkasa. Persisnya pada tahun 1978, Boeing 747-100 milik American Airlines pernah digunakan oleh NASA, pesawat bermesin empat itu berperan sebagai shuttle carrier aircraft, dimana pesawat ulang alik Enterprise ‘digendong’ di atas fuselage, dan kemudian pesawat ulang alik dilepaskan dari udara. Tujuannya bukan untuk merilisnya ke ruang angkasa, melainkan untuk mendukung approach and landing test flights.