Buat Kekacauan Selama Penerbangan, Model Kulit Hitam ini Siap Huni Hotel Prodeo!

Adau Mornyang (Foto: istimewa)

Seorang model kulit hitam yang tinggal di Melbourne, Australia harus menerima sanksi akibat keonaran yang sudah ia perbuat selama mengudara. Adalah Adau Mornyang (25 tahun), model kelahiran Sudan ini dituduh telah melontarkan kata-kata kasar dan kotor, serta melakukan sejumlah kontak fisik dengan awak kabin dari United Airlines. Kekacauan yang terjadi pada tanggal 21 Januari lalu ini disinyalir terjadi karena Adau terlalu banyak menenggak minuman beralkohol.

Baca Juga: Inilah Beberapa Tipe Penumpang Pesawat, Anda Masuk Kategori Yang Mana?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (28/6), dalam rekaman audio yang baru dirilis pihak terkait kepada publik, terdengar beberapa kali Adau melontarkan kata-kata yang tidak semestinya. Tidak hanya kepada awak kabin saja Adau melakukan hal tidak terpuji ini, pun kepada penumpang lain yang berada di sekelilingnya.

Di beberapa kesempatan, Adau terus mempertanyakan bahwa bagaimana caranya ia dapat mengganggu penumpang lain, sebelum akhirnya menuduh awak kabin melontarkan isu rasisme.

“Saat ini saya mengganggu orang lain karena Anda (sensor) saya, dasar Anda binatang jalang!” bentak Adau di dalam rekaman audio tersebut.

“Saya seorang wanita berkulit hitam yang sedang tdak stabil, dan perlu dikendalikan,” tambahnya di ujung makiannya.

Tak lama berselang setelah melontarkan kalimat tersebut, Adau langsung melemparkan kaus kaki kepada salah satu penumpang yang berada di dekatnya.

Di pengadilan, Adau dituduhkan berperilaku tidak menentu oleh salah seorang penumpang pada penerbangan yang sama. Selama perjalanan 8,5 jam menuju Los Angeles, Adau hampir sama sekali tidak bisa tenang – dimana hal ini juga dibarengi dengan cacian, umpatan kata kasar dan kotor, hingga kontak fisik.

Kontak fisik ini dilakukan Adau terhadap salah seorang awak kabin yang bernama Romeo Gutierrez ketika mencoba untuk menenangkannya.

Baca Juga: Gegara Tunggu Penumpang Belanja, Pesawat ini Harus Tertunda Penerbangannya

Sikapnya yang tidak bisa tenang memaksa petugas untuk memisahkan dirinya dari penumpang lain dan diborgol selama sisa perjalanan. Sekira dua jam menjelang pendaratan di Los Angeles, Adau sempat meminta izin untuk ke toilet, namun dirinya enggan keluar selama hampir 45 menit. Tindakan ini kembali memaksa petugas untuk menggendongnya keluar.

Pada bulan Maret silam, Adau mengatakan kepada publik bahwa dalam penerbangannya tersebut, ia berada dalam kondisi normal tanpa pengaruh alkohol, zat adiktif, atau obat tidur apapun. Setelah serangkaian proses pengadilan, Adau akan menerima putusan terhadap masa depannya pada bulan Juli ini.