Bukan Amerika, Inggris, atau Cina, Inilah Negara yang Jadi Tempat Registrasi Pesawat Terbanyak

0
Ilustrasi pesawat diregistrasi. Foto: Roo Tales

Sebelum beroperasi, sebuah pesawat terlebih dahulu harus didaftarkan atau diregistrasi di beberapa otoritas penerbangan, seperti Regulator Penebangan Sipil Amerika Serikat (FAA) dan Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA). Umumnya, pesawat tak selalu terdaftar di negara tempatnya beroperasi.

Baca juga: Gegara 737 MAX, Regulator Penerbangan Sipil Cina Mulai Rusak Hegemoni FAA

Boeing 737 Ryanair, misalnya, terdaftar di tiga negara, mulai dari Irlandia, Inggris, dan Malta. Padahal, rute terbang pesawat menjangkau seluruh Eropa.

Pertanyaan kemudian muncul, sebetulnya, negara manakah yang paling banyak meregistrasi pesawat? Sebagian besar orang mungkin akan menjawab Amerika Serikat. Sebagian lagi mungkin Inggris -berkat pengaruh internasionalnya sejak dahulu- atau mungkin Cina yang belakangan muncul sebagai kekuatan baru dunia. Sayangnya, jawaban tersebut tak satupun benar, bila didasarkan pendapat CEO Ryanair, Eddie Wilson.

Dalam sebuah podcast bertajuk ‘Inside Ryanair’ belum lama ini, ia mengungkapkan, “Separuh pesawat di planet ini sebenarnya terdaftar (diregistrasi) di Irlandia. (Irlandia) dipandang sebagai suar untuk pesawat sewaan.”

Akan tetapi, ia tak menjelaskan dengan detail dasar pernyataannya tersebut. Padahal, bila disandingkan dengan data lain, tentu pandangan Wilson patut dipertanyakan.

Dilansir Simple Flying, pakar analisis perjalanan dan penerbangan Cirium baru-baru ini melakukan analisis armada global guna mencari tahu di negara mana saja pesawat diregistrasi dan dimiliki. Analisis dipecah berdasarkan jenis pesawat. Dalam analisisnya, Cirium mengamati sebanyak 5.715 pesawat turboprop regional, 4.513 jet regional, 18.126 jet narrowbody, dan 6.457 jet widebody. Totalnya, ada 34.811 pesawat.

Dari jumlah tersebut, 31,85 persen dimiliki di Amerika Serikat atau sekitar 11.087 pesawat. Namun, hanya 9.371 dari pesawat-pesawat tersebut yang benar-benar diregistrasi di Amerika Serikat. Data yang cukup kontras tentunya dengan pernyataan Wilson.

Irlandia sendiri, masih dari data Cirium, memiliki proporsi kepemilikan pesawat tertinggi kedua dengan 5.186 atau 14,9 persen. Namun, ini tidak terkait dengan jumlah pesawat yang diregistrasi di negara tersebut. Artinya, hanya ada 669 yang benar-benar diregistrasi di Irlandia, mewakili 1,9 persen dari armada global.

Dengan begitu, Cina dengan jumlah registrasi pesawat mencapai 4.081, Kanada (1333), Inggris (959), India (922), Bermuda (784), Jerman (709), Jepang (701), Australia (688), dan Indonesia (680), masih lebih banyak meregistrasi pesawat daripada Irlandia.

Baca juga: Sebelum Seperti Sekarang, Dulu Toilet Pesawat Gunakan Ember untuk Tampung Limbah Penumpang

Berbicara lebih jauh tentang registrasi pesawat, rupanya hal lain yang lebih menarik muncul, tak sekedar mencari tahu dimana pesawat diregistrasi saja. Bila negara-negara lain meregistrasi atau memiliki pesawat dengan jumlah puluhan hingga belasan ribu, justru negara-negara ini sebaliknya, hanya memiliki tak kurang dari dua digit.

Negara-negara tersebut mulai dari San Marino, Belize, Bosnia-Herzegovina, British Virgin, Republik Afrika Tengah, Polinesia Perancis, Sao Tome dan Principe, Somalia, tercatat hanya memiliki satu pesawat di seantero negeri. Sisanya, tentu saja pesawat sewaan. Liechtenstein mungkin masih lebih baik. Negara yang tak memiliki bandara tersebut hanya mempunyai atau meregistrasi tiga pesawat, dua pesawat turboprop regional, dan satu pesawat narrowbody.

Leave a Reply