Bukan Twin Otter, Pesawat yang Dibakar KKB di Intan Jaya ialah Quest Kodiak

0
Quest Kodiak 100 (Foto: Twitter Mission Aviation Fellowship @maf_us)

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah. Belum lama ini, kelompok separatis yang dipimpin oleh Egianus Kogoya ini terlibat perusakan dan pembakaran pesawat milik maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) di Bandara Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Rabu (6/1).

Baca juga: Pesawat Twin Otter, Si Kecil Bandel yang Lincah Meliuk di Daerah Pegunungan

Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, menyebut kronologi kasus perusakan dan pembakaran pesawat terbang MAF nomor registrasi PK-MAX itu setelah pilot Alex Luferchek, warga negara Amerika Serikat, memberikan keterangan kepada kepala Polres dan kepala Satuan Reskrim Polres Nabire, di Nabire, Kamis (7/1), sebagaimana laporan kantor berita Antara.

Sempat diduga pesawat Twin Otter, Kanada, pesawat tersebut nyatanya merupakan single engine Quest Kodiak 100, buatan Quest Aircraft Daher, Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari laman resmi perusahaan, Quest Kodiak 100 ditenagai mesin turboprop PT6A-34 buatan PWC (Pratt & Whitney Canada) berdaya 750 hp. Kecepatan maksimumnya mencapai 339 km per jam dengan ketinggian terbang hingga 3.700 m. Jangkauan operasinya sejauh 2.096 km atau endurance selama kurang lebih 9-10 jam dengan muatan hingga 1.5 ton.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang)

Pesawat ini dilengkapi dengan kemampuan short takeoff and landing (STOL) atau lepas landas dan mendarat di landasan pacu pendek sangat mumpuni untuk beroperasi di daratan Papua, dimana infrastruktur penerbangannya terbatas.

Pesawat ini dinilai sebagai yang tercanggih di kelasnya, mencakup desainnya yang nyaman, kapasitas tinggi, aman, dan tentu saja efisien ketika digunakan. Yang paling menarik dari pesawat ini tentu fleksibilitas kabinnya yang mudah diatur untuk kebutuhan penerbangan kargo, penumpang, ataupun keduanya; termasuk penerbangan premium dengan lima penumpang serta dua meja makan di bagian tengah kabin.

Baca juga: Dengan TKDN 44,69 Persen, Pesawat Turboprop N219 Raih Sertifikasi dari DKPPU Kemenhub

Dari sisi kontrol penerbangan, teknologi canggih yang tersemat di Quest Kodiak 100 juga sangat membantu kerja pilot, mengurangi kerja pilot, meningkatkan kesadaran situasional, membantu dalam proses lepas landas dan mendarat dengan bantuan autopilot terintegrasi, radar cuaca, visi sintetis, dan integrasi penuh platform digital dan komunikasi. Dengan berbagai kemudahan-kemudahan tersebut, tak ayal pesawat ini hanya membutuhkan single cockpit atau satu pilot.

Pesawat dengan luas kabin 1.37 meter, tinggi 1.45 meter, panjang 4.83 meter, bentang sayap sepanjang 13.7 meter ini dinilai menjadi pilihan tepat untuk operasional pesawat di wilayah-wilayah terpencil dan terjal, baik siang maupun malam hari.