Bus Kota di Chennai, Potret Buruk Transportasi di India

Sumber: istimewa

Tak satu pun dari 100 bus Volvo ber-AC yang diluncurkan dengan banyak keriuhan pada tahun 2008 silam berjalan di Chennai pada musim panas ini. Hanya sekitar sekitar 50 unit dari bus AC baru ini yang diharapkan dapat mulai beroperasi pada bulan Agustus 2019 mendatang dengan segelintir masalah tender yang baru saja diselesaikan. Rata-rata, setiap bus akan menelan biaya ₹25 lakh (berkisar Rp517 juta) dan biaya akuisisi keseluruhan akan sekitar ₹13 crore (berkisar Rp26,9 miliar).

Baca Juga: Chennai Mofussil, Terminal Bus Terbesar dengan Kapasitas 2.000 Bus

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.com (23//5/2019), sebanyak 100 bus bermerk Volvo yang sebagian besar beroperasi di South Chennai sangatlah populer di kalangan penumpang karena ongkosnya yang relatif murah. Tarif dasar bus yang diberlakukan di Chennai berkisar antara ₹15 atau sekitar Rp3.100 ketika masa promosi pasca peluncuran dan harganya naik ke angka ₹25 atau yang berkisar Rp5.100 ketika sudah memasuki harga normal.

Menurut data resmi yang diluncurkan oleh operator, dalam satu hari, bus-bus ini bisa mengumpulkan pendapatan ₹15.000 (Rp3,1 juta)hingga ₹18.000 (Rp3,7 juta). Dilatarbelakangi oleh harganya yang murah dan diminati oleh penumpang, maka Metropolitan Transport Corporation (MTC) bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan pengalaman penumpang dengan cara meng-upgrade bus-bus tersebut. Dilaporkan, MTC lebih memilih untuk mengganti bus-bus berbiaya murah ini dengan armada baru karena terkendala masalah finansial ketika harus memperpanjang kontrak perawatan tahunan.

Layakya bus yang beroperasi setiap hari dan sudah mulai termakan usia, bus-bus yang menjelma menjadi salah satu tulang punggung transportasi di Chennai sana mulai mengalami kemunduran dari segi kelaikan moda – mulai dari panel belakang bus yang tidak tertutup dengan sempurnakarena ada masalah pada sistem pembuangan dan pendinginan hingga masalah operasional lainnya. Kurang dari delapan tahun sejak diluncurkan, lebih dari 80 persen bus-bus ini dinyatakan tidak layak dan hanya segerintil saja yang masih beroperasi hingga tahun 2018 lalu.

Baca Juga: Sabotase Sistem Sinyal, Ribuan Penumpang Chennai Metro Rail Limited Terbengkalai

Sementara untuk bus baru yang nantnya akan menggantikan primadona penumpang di Chennai ini, para pejabat terkait mengatakan bahwa mereka akan dilengkapi dengan bangku yang lebih luas dan sistem pendinginan yang lebih baik. Pun dari segi operasional, dimana mesin berkekuatan 177HP akan menggantikan pendahulunya yang hanya berkapasitas 160HP.

Jadi, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya pada bulan Agustus mendatang!