Terminal 4 Bandara Changi Kini Dilengkapi 14 Pemindai Tubuh dengan Teknologi X-CT Scan

(The Straits Times)

Terminal 4 adalah terminal baru di Bandara Changi Singapura. Terminal 4 yang sudah beroperasi sejak akhir Oktober 2017, memberikan layanan yang berbeda dari terminal 1, 2, dan 3 Bandara Changi karena menawarkan sistem Fast and Seamless Travel (FAST) atau sistem pelayanan mandiri saat tiba maupun saat keberangkatan. Terminal 4 di Bandara Changi telah menerapkan sistem layanan mandiri mulai dari check-in, drop-bagage, dan imigrasi.

Baca juga: Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

Meski dirancang serba canggih dan begitu memudahkan bagi calon penumpang pesawat, namun aspek keamanan tidak lantas dibuat kendor. Sebanyak 14 pemindai tubuh ada di Terminal 4. Alat pemindai ini akan digunakan untuk memudahkan dalam membantu menyaring penumpang dan tentunya meningkatkan keamanan.

Hebatnya, pemindai tubuh ini juga dapat mendeteksi barang-barang yang tersembunyi di balik pakaian dalam. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my (28/5/2019), awalnya saat dibuka Oktober 2017 lalu, Terminal 4 hanya memiliki empat alat pemindai.

Kemudian berangsur-angsur ditambah hingga sepuluh unit lagi yang telah dipasang secara progresif di tiga terminal lainnya. Changi Airport Group mengatakan, Terminal 4 merupakan tempat uji coba untuk teknologi baru dengan sepuluh mesin sinar-X CT.

Kehadiran mesin pemindai ini juga memungkinkan penyaringan tas tangan dimana pelancong tak perlu mengeluarkan laptop mereka dari dalam tas. Teknologi pemindaian tubuh sendiri sudah ada selama lebih dari satu dekade dan model sebelumnya ditolak karena masalah privasi dan kesehatan.

Bandara Changi melakukan uji coba pada awal 2008 lalu. Untuk mengurangi masalah privasi, pemindai tubuh yang digunakan di Changi dan bandara lainnya tidak merinci bentuk benda yang sebenarnya atau hanya secara garis besar saja.

Mesin-mesin pemindai juga menggunakan teknologi gelombang milimeter untuk mendeteksi barang-barang logam dan non-logam. Teknologi ini bersertifikat aman dan tidak memiliki risiko kesehatan dan keselamatan yang diketahui karena menggunakan bentuk teknologi elektromagnetik non-ionisasi berdaya rendah.

Para ahli mengatakan, jumlah radiasi elektromagnetik yang dipancarkan jauh lebih kecil dari yang dipancarkan oleh ponsel. Sementara itu, terus ada perlawanan dari kelompok-kelompok tertentu, terutama di Amerika Serikat untuk menghentikan penggunaan teknologi ini.

Mereka mengatakan, pemindai seperti itu sangat penting untuk keamanan bandara dan bisa saja, misalnya, mendeteksi teroris Inggris Richard Reid. Lebih dikenal sebagai Pengebom Sepatu, ia telah mencoba meledakkan alat peledak yang dimasukkan ke dalam sepatunya saat dalam penerbangan American Airlines dari Paris ke Miami pada tahun 2001.

Selain AS dan Singapura, banyak negara lain, termasuk India dan Selandia Baru, juga telah mengumumkan rencana untuk memasang pemindai tubuh di bandara. Mendukung langkah tersebut, Ong Kok Leong, manajer umum grup perusahaan keamanan Apro Asian Protection, mengatakan pemindai tubuh yang tidak lagi mengungkapkan kontur tubuh sebenarnya kurang mengganggu daripada pat-down. Changi juga harus mendapatkan lebih banyak CT scanner untuk tas tangan.

“Salah satu pengalaman paling ditakuti dalam bepergian adalah harus mengosongkan laptop dan perangkat elektronik lainnya dari bagasi genggam dan mengemasnya kembali. Dengan pemindai CT, ini akan diperlukan hanya berdasarkan kasus per kasus jika pemindai mendeteksi barang-barang yang mencurigakan di dalam bagasi,” ujar Leong.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi

“Kemampuan untuk menghasilkan gambar 3D juga akan secara signifikan mengurangi jumlah positif palsu,” kata Ong. Ia menambahkan, kehadiran teknologi baru yang lebih luas tidak hanya akan meningkatkan tingkat keamanan di Changi, tetapi juga akan membuat proses penyaringan tidak terlalu membuat stres bagi mayoritas calon penumpang.