Canggih! Masker Ini Dilengkapi Filter HEPA dan Sensor Udara, Anti Covid-19 Kah?

0
Masker Nexvoo Breeze. Foto: ktla.com

Gelombang kedua lonjakan Covid-19 di Indonesia tinggal menunggu waktu. Selama beberapa hari belakangan, kasus positif Covid-19 melonjak drastis, bahkan terus melewati kasus harian tahun lalu.

Baca juga: Masker F5 Serbaguna Bisa Jadi Hadiah Natal Pada Masa Pandemi

Penularan Covid-19 akhir-akhir ini memang kian mengganas lantaran adanya mutasi virus corona B.16.17 atau varian Delta. Varian yang pertama kali ditemukan di India ini diakui WHO empat kali lebih menular (infeksius) dan jauh lebih kuat dibanding varian sebelumnya.

Oleh karenanya, dibutuhkan proteksi lebih untuk menghindari penularan langsung (droplet). Salah satunya menggunakan masker canggih berteknologi tinggi.

Masker Nexvoo Breeze. Foto: ktla.com

Dilansir ktla.com, setidaknya ada tiga masker canggih berteknologi tinggi di antara beberapa masker canggih lainnya di dunia. Pertama ialah Nexvoo Breeze. Masker ini disebut canggih karena dilengkapi dengan dua kipas elektronik built-in dengan filtrasi lebih banyak daripada N95. Karenanya, masker ini disebut atau diberi peringkat N99.

Tak berhenti sampai di situ, produsen masker canggih ini juga menawarkan 30 filter tambahan, loh. Lebih dari itu, masker ini transparan sehingga tetap bisa mengekspresikan wajah pengguna untuk memudahkan komunikasi. Masker ini dibanderol seharga Rp1,1 juta.

AirPop Active+ Halo Smart Mask. Foto: ktla.com

Masker canggih berteknologi tinggi kedua ialah AirPop Active + Halo Smart Mask. Masker ini disebut canggih dan berteknologi tinggi karena dibekali dengan filter dan sensor bawaan untuk mengirimkan data ke companion app (aplikasi pendamping).

Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui pola pernapasan, polutan yang terhalang dan menempel di masker, dan kapan saatnya mengganti filter. Masker ini dijual seharga Rp2,1 juta.

Masker Air x MicroClimate. Foto: ktla.com

Adapun masker canggih berteknologi tinggi yang terakhir ialah Air by MicroClimate. Ini sebetulnya lebih pantas disebut pod atau helm astronot. Sebab, masker Air by MicroClimate menutupi seluruh kepala. Tetapi, cara ini dinilai paling efektif mencegah pengguna tertular virus Corona mengingat patogen berukuran kecil bisa menyelinap masuk ke sela-sela masker dan wajah.

Agar pengguna tetap bebas atau paling tidak mudah berkomunikasi, masker canggih ini dilengkapi empat filter HEPA (High Efficiency Particulate Absorbing) dan dua kipas. Ini dipercaya mencegah terjadi embun dan menghalangi pandangan. Selain itu, adanya filter HEPA dan sejenis blower itu juga dijamin ampuh mencegah penularan virus Corona melalui droplet. Masker ini dibanderol seharga Rp4,3 juta.

Baca juga: Masker LED Desain Chelsea Klukas Jadi Gaya di Masa Pandemi

Kendati berbentuk helm astronot, masker transparan ini diklaim Daniel Boyer, Chief Marketing Officer MicroClimate, bisa digunakan di pesawat. Kendati demikian, ia menyadari setiap maskapai memiliki kebijakan penggunaan masker masing-masing.

Karenanya, boleh jadi ada maskapai yang melarang masker buatannya. Tetapi, bukan karena tidak efektif melainkan karena masalah kebijakan masker yang ditentukan.