CEO Boeing: Pilot Tidak Sepenuhnya Mengikuti Prosedur, Sistem 737 MAX Masih yang Teraman

0
CEO Boeing, Dennis Muilenburg. Sumber: SundiataPost

CEO Boeing, Dennis Muilenburg pada hari Senin (29/4/2019) kemarin mengatakan bahwa sistem keselamatan pada varian 737 jet MAX-nya dirancang dengan baik. Pada kesempatan yang sama, ia juga menambahkan bahwa pilot yang terlibat dalam dua kecelakaan maut yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air tidak sepenuhnya mengikuti prosedur kerja yang sudah disampaikan oleh pihak Boeing sebelumnya – dimana dampak dari hal tersebut adalah kecelakaan yang menewaskan ratusan orang secara keseluruhan.

Baca Juga: Rampung Pembaruan Software 737 MAX, Boeing Siap Serahkan Hasilnya ke FAA Guna Sertifikasi

Sebelumnya, pihak Boeing telah merampungkan upgrade sistem MCAS (anti-stall software) yang diduga sebagai penyebab dari dua kecelakaan maut tersebut dan kala itu, mereka masih menunggu persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA) guna mensertifikasi pembaruan tersebut. Menurut Dennis, sistem anti-stall itu telah memenuhi kriteria desain dan keselamatan Boeing, dan mematuhi protokol sertifikasi.

“Ketika kami merancang sistem ini, pahami bahwa pesawat ini diterbangkan oleh seorang pilot,” ujar Dennis, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (29/4/2019).

Kendati masih terlihat bahwa pihak Boeing seolah ingin ‘cuci tangan’ pasca dua kecelakaan maut tersebut, namun pabrikan pesawat asal Negeri Paman Sam ini pada akhirnya mengakui bahwa pihaknya turut berperan serta dalam kecelakaan yang hanya berselang lima bulan ini.

“Adalah tanggung jawab kami untuk meminimalisir hal seperti ini kembali terjadi di kemudian hari. Kami adalah yang menciptakannya dan kami tahu bagaimana cara memperbaikinya,” ujar Dennis pada 4 April kemarin.

Bak efek domino, kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air tidak hanya berdampak pada pembatalan sejumlah pesanan armada 737 MAX yang sebelumnya telah disepakati oleh berbagai maskapai – termasuk Garuda Indonesia, tapi dua kecelakaan ini juga berimbas pada penurunan laba perusahaan yang ditaksir terjun bebas 21 persen para kuartal pertama tahun 2019.

Kesialan beruntun ini tentu menjadi pukulan telak bagi pihak Boeing, sampai-sampai mereka merilis varian teranyar Boeing 777X hanya dikalangan internal saja sebagai bentuk penghormatan terhadap korban kecelakaan – tidak etis rasanya jika di satu sisi tengah berbela sungkawa karena kecelakaan, sedangkan di sisi lainnya merayakan rilis varian terbaru.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Guna meyakinkan pihak maskapai dan para penumpangnya kelak, Dennis mengatakan bahwa mereka telah melakukan segala hal untuk kembali mengharumkan nama Boeing dengan varian 737 MAX-nya yang diklaim Dennis sebagai pesawat udara paling aman di era ini. Mengedepankan jargon keselamatan penumpang merupakan prioritas utama mereka, Dennis berjanji bahwa kedepannya varian ini akan kembali digandrungi oleh banyak pihak.

“Namun, kami tahu kami selalu bisa lebih baik. Kami memiliki tanggung jawab untuk merancang, membangun, dan mendukung pesawat teraman di langit. Kecelakaan baru-baru ini hanya meningkatkan dedikasi kami untuk itu (meningkatkan keselamatan penumpang),” ujar Dennis.

 

Leave a Reply