Chef Vindex Tengker, Sosok Dibalik Lezatnya Hidangan di Kabin Garuda Indonesia

Chef Vindex Tengker. Sumber: liputan6

Garuda Indonesia, maskapai plat merah yang baru saja dianugerahi penghargaan keempat kalinya sebagai maskapai bintang lima oleh Skytrax. Tidak melulu soal On-Time Performance dan pride ketika menaiki maskapai yang namanya diambil dari wahana tunggangan Dewa Wisnu dalam mitologi India kuno, tapi sisi lain yang menarik untuk dibahas adalah mengenai layanannya yang selalu prima.

Baca Juga: “Kearifan Lokal,” Kunci Sukses Garuda Indonesia Sabet Gelar Maskapai Bintang Lima

Sebut saja awak kabin yang selalu merunduk ketika berbicara dengan penumpang selama berada di dalam kabin, pengaplikasian beberapa kearifan lokal, hingga senyuman alami para awak kabin yang akhirnya meningkatkan pelayanan Garuda terhadap para penumpangnya. Ini pula yang mendorong Garuda kembali menyabet penghargaan World’s Best Cabin Crew untuk yang keempat kalinya, terhitung sejak 2014 silam. Namun, jangan lupakan satu faktor yang juga berperan serta dalam keberhasilan Garuda mempertahankan predikatnya itu, yaitu segi catering services.

ACS sendiri merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia Group (GIG) yang menaungi dunia Food Services. Ketika KabarPenumpang.com menyambangi markas ACS di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Rabu (25/20/2017), Executive Chef di ACS, Chef Vindex Tengker mengatakan bahwa penghargaan Best Cabin Crew yang diterima Garuda dari Skytrax tersebut tidak lepas dari kearifan budaya lokal orang Indonesia itu sendiri. “Kita bisa menang karena hospitality orang Indonesia, kalau yang polite kan banyak, tapi hospitality kita lebih kental,” ujar Chef Vindex.

Ia mengaku sudah mulai banyak penumpang Garuda yang puas dengan pelayanan ACS. “Kita lihat dari kepuasan pelanggan. Di Internal, kita ada Customer Survey Index (CSI) dimana dari situ terlihat bahwa penumpang menyukai, karena misalnya variasi makanan Indonesianya sudah banyak, dan banyak yang senang karena kami mengangkat makanan daerah,” imbuh Chef Vindex.

Poin tersebut tentu tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pihak ACS, karena itu kepuasan penumpang merupakan sebuah pencapaian yang membanggakan bagi mereka. Ada yang unik di sini, dimana pihak ACS membuat sebuah terobosan, dimana mereka mengangkut makanan khas dari suatu daerah ke dalam penerbangan. “Sekarang, katakanlah Garuda hendak terbang dari Makassar menuju Jakarta, kami angkat makanan lokal khas Makassar, seperti pisang ijo dan lain-lain,” terang Chef yang pernah menjadi juri di salah satu ajang pencarian bakat di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal SkyTeam, Aliansi Penerbangan Internasional Garuda Indonesia

Walaupun pengangkatan menu lokal belum bisa dilakukan menuju destinasi  tujuan (misalnya membawa pisang ijo dari Jakarta menuju Makassar), tapi inovasi pengangkatan menu lokal ke dalam kabin ini membawa keuntungan, bukan hanya bagi pihak ACS saja. “Kami juga menguatkan katering-katering lokal,” imbuhnya.

“Jika di dalam suatu penerbangan terdapat 10 menu, kami memasukkan dua hingga tiga menu lokal di dalamnya,” kata Chef Vindex. Pria kelahiran Jakarta, 24 November 1968 ini membocorkan salah satu menu yang paling banyak di pesan selama penerbangan. “Menurut demand yang kami terima, penumpang banyak yang pesan nasi kuning.” Tutupnya sembari tertawa.