Cina Siap Hubungkan Nepal via Jalur Kereta Anyar

Kereta Peluru Cina. Sumber: nydailynews.com

Sebagai salah satu bentuk pengimplementasian dari kerja sama bilateral dengan Nepal, Cina diketahui akan segera membangun jalur kereta api yang menghubungkan wilayah barat Tibet dengan negara yang memiliki populasi terbanyak di dunia ini. Rencana pembangunan tersebut diumumkan pada Jumat (22/6/2018), setelah pada beberapa waktu yang lalu, Perdana Menteri Nepal Khadga Prasad Oli menyambangi Beijing untuk menandatangani nota kesepakatan kerja sama.

Baca Juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, nantinya jalur kereta tersebut akan menghubungkan Kota Xigaze di Tibet dengan Ibukota Nepal, Kathmandu. Tidak hanya satu, melainkan kurang lebih ada sekitar 10 perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, termasuk kerja sama di bidang teknologi, transportasi, infrastruktur, “hingga kerja sama politik antar kedua negara,” ujar Pemerintah Cina, dikutip dari laman China Daily.

“Jaringan konektivitas lintas Himalaya via jalur penerbangan, perdagangan peabuhan, jalan raya, dan telekomunikasi pun turut dikembangkan oleh kedua belah pihak,” ungkap Perdana Menteri Cina, Li Keqiang.

Di sisi lain, Perdana Menteri Khadga menegaskan bahwa konektivitas lintas batas ini merupakan prioritas utama Nepal, “Kami juga berharap kedua negara dapat bekerja sama untuk membangun kembali pembangkit listrik tenaga air di Nepal,” ungkapnya.

Diketahui, Nepal telah membatalkan kesepakatan senilai US$2,5 miliar atau yang setara Rp35,2 triliun dengan perusahaan milik negara Cina, Gezhouba Group untuk membangun fasilitas pembangkit listrik tenaga air di bagian barat negara itu.

Baca Juga: Tak Sampai 24 Jam, Cina Rampungkan Pembangunan Stasiun Ini!

Dilansir dari laman sumber lain, sebelumnya, baik Cina dan Nepal telah memberikan sinyal untuk memperluas jaringan kereta apinya sampai keluar perbatasan Nepal pada 2016 silam, namun belum ada kesepakatan yang diambil pada saat itu.

Guna menindaklanjuti kerja sama yang telah terjalin, otoritas Cina dikabarkan akan melakukan uji kelayakan pada bulan Agustus mendatang, sedangkan laporan persiapan proyek akan terbit dua tahun berselang. Jika tidak meleset, otoritas Negeri Tiongkok tersebut memprediksi pembangunan jalur kereta tersebut akan rampung dalam waktu lima tahun. “Kami percaya, jalur rel akan mencapai perbatasan Nepal pada tahun 2022 mendatang,” ungkap salah satu juru bicara otoritas Cina.