Dapat Izin FAA, Virgin Galactic Siap Bawa Penumpang Wisata ke Luar Angkasa

0
Sebuah pesawat roket milik Virgin Galactic pada hari Jumat, (22/2/2019) mengudara menuju ujung ruang angkasa dengan pilot penguji untuk pertama kalinya, mendorong perusahaan besotan miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson lebih dekat dengan tujuannya untuk penerbangan suborbital bagi para wisatawan menuju luar angkasa. Sumber: japantimes.co.jp

Virgin Galactic berhasil mencetak sejarah sebagai pesawat luar angkasa pertama setelah berhasil memperoleh sertifikasi Administrasi Penerbangan Federal (FAA) pada 25 Juni lalu.

Baca juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

Izin FAA tentu menjadi lampu hijau perusahaan untuk menerbangkan sekitar 600 penumpang yang sudah mendaftar untuk merasakan sensasi berada di luar angkasa tanpa prosedur yang ribet, seperti wajib mengenakan pakaian astronot atau Advanced Crew Escape Suit, dan lain sebagainya.

Bila tak ada aral melintang, Virgin Galactic bisa betul-betul merealisasikan impian menerbangkan penumpang berwisata ke luar angkasa mulai tahun depan.

“Kami sangat senang dengan hasil uji terbang terbaru kami, yang mencapai tujuan uji penerbangan yang sudah kamu utarakan,” kata Michael Colglazier, CEO Virgin Galactic.

“Penerbangan (uji coba VSS Unity) berjalan sempurna dan hasilnya menunjukkan bahwa keamanan dan kehebatan sistem penerbangan kami jauh lebih baik. Persetujuan FAA atas lisensi peluncuran komersial membuat kami percaya diri menggelar penerbangan uji awak penuh pertama di musim panas ini,” lanjutnya, seperti dikutip dari New Atlas.

Pada 22 Mei lalu, Virgin Galactic berhasil melakukan uji coba ketiga penerbangan wisata ke ruang angkasa di atas langit Spaceport America, New Mexico, AS. Pesawat ruang angkasa hasil pengembangan dari Space Ship Two Virgin Galactic, VSS Unity, tersebut berhasil melewati uji coba dengan mulus.

Pesawat yang menampung dua pilot dan enam penumpang tersebut mula-mula dibawa setinggi mungkin oleh pesawat atau kapal induk VMS Eve. Setelah dilepaskan, VSS Unity meluncur ke atmosfer berkat dorongan dari mesin roket hibridanya di kecepatan mencapai Mach 3 dan masuk ke subordital atau mencapai tepi luar angkasa, yang tentu saja tak bisa dicapai menggunakan pesawat sipil pada umumnya.

Selama uji coba ketiga tersebut, para insinyur mengumpulkan data penerbangan berupa kinerja stabilisator horizontal dan kontrol penerbangan baru serta suasana di dalam kabin.

VSS Unity sebelumnya juga telah dua kali uji coba penerbangan ke ruang suborbital, yaitu Desember 2018, Februari 2019.

Pada 2018, VSS Unity berhasil mengudara di bawah komando pilot uji Mark “Forger” Stucky dan Dave Mackay pada pukul 08.02 waktu setempat. Sang pesawat induk, WhiteKnightTwo, membawa VSS Unity hingga ketinggian 46.500 kaki (14.175 meter) di atas permukaan tanah sebelum akhirnnya melepaskan pesawat yang diketahui pernah mengalami insiden masif pada 31 Oktober 2014 silam.

Pada Februari 2019 silam, untuk pertama kalinya pesawat membawa penumpang manusia ke ruang angkasa.

Pesawat itu dikomandoi oleh dua pilot yakni Dave Mackay dan Michael Masucci serta satu penumpang yaitu Kepala Instruktur Astronot Virgin Galactic, Beth Moses. Mereka bertugas untuk mengevaluasi pengalaman penumpang dan kabin pesawat saat berada di ruang angkasa.

Baca juga: Produksi Pesawat Supersonic Setara Concorde, Virgin Galactic Gandeng Rolls Royce Hingga NASA

Saat itu, VSS Unity lepas landas dari Pelabuhan Udara dan Luar Angkasa Mojave California, dekat fasilitas The Spaceship Company yang merupakan anak perusahaan manufaktur Virgin Galactic.

Sebelum benar-benar membawa penumpang berwisata ke ruang angakasa, Virgin Galactic masih harus menyelesaikan sederet pekerjaan rumah. Untuk itu ke depan, setidaknya perusahaan telah menjadwalkan untuk tiga uji coba penerbangan ke luar angkasa lainnya.

LEAVE A REPLY