Di Tengah Isu Corona dan Cuti Tak Berbayar, Pejabat Malaysia ini Malah Terapkan Soal Kostum Syariah Bagi Pramugari

0
(freemalaysiatoday.com)

Di Tengah penyebaran virus corona yang berdampak ke berbagai industri penerbangan. Wakil Menteri Pengembangan Wanita dan Keluarga Malaysia YB Siti Zailah Mohd Yussof justru ingin menerapkan kebijakan pakaian untuk pramugari sesuai hukum syariah.

Baca juga: Setelah Gaji Senior Manajemen Dipotong, Kini Malaysia Airlines Minta 13 Ribu Karyawan Cuti Tak Dibayar

Namun hal tersebut kemudian seperti bertentangan dengan yang ada saat ini. Dimana 13 ribu staf Malaysia Airlines (MAS) harus cuti tanpa dibayar selama tiga bulan sejak bulan April 2020. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman msn.com (15/3/2020), Presiden Nufam, Ismail Nasaruddin mengatakan Siti Zailah salah waktu alias tidak tepat membicarakan masalah seragam pramugari ketika virus corona atau Covid-19 sedang merebak di dunia.

“Mengapa berbicara tentang seragam mereka sekarang ketika para wanita menghadapi begitu banyak masalah lain. Mereka bahkan tidak tahu apakah mereka masih akan memiliki pekerjaan, Jelas ini bukan waktu yang tepat,” kata Ismail.

Ismail menambahkan, masalah ini apakah akan ada kesejahteraan para awak kabin yang ada di industri penerbangan.

“Bukannya dia harusnya khawatir tentang masalah ini?” ungkapnya.

Ismail menyebutkan, citra pramugari sangat penting dan wakil menteri harus meningkatkan pandangannya tentang seragam mereka dengan maskapai serta pemangku kepentingan lainnya. Bahkan orang-orang tidak boleh lalai dalam mengangkat masalah seperti itu ketika kekhawatiran ini adalah masa depan dalam industri penerbangan.

“Mari jujur, apa yang lebih penting Kesejahteraan pramugari atau usulannya (Siti Zailah)?” kata Ismail.

“Mereka terpengaruh karena kemungkinan pemotongan gaji. Ini adalah prioritas,” tambahnya.

Seorang awak kabin yang dikenal bernama Aila mengatakan, bahwa dirinya terkejut dengan Siti Zailah yang mengubah pertanyaan tentang seragam menjadi masalah nasional. Menurut wanita 23 tahun itu, semua pramugari menyadari jenis seragam yang akan mereka kenakan bahkan sebelum mendaftar untuk pekerjaan itu. Sebagai anggota awak pesawat Malindo Air, ia menemukan seragamnya nyaman, tetapi ia dan rekan-rekannya tidak nyaman dengan Siti Zailah yang mengangkat masalah ini.

“Itu membuat kami berpikir bahwa orang memandang rendah pilihan karier kami. Tapi selama kita memiliki pekerjaan dan niat kita jelas, untuk bekerja keras dan mendapatkan uang, kita tidak harus menaruh kepercayaan pada orang lain,” ungkap Alia.

Baca juga: Malaysia Airlines Potong Gaji Senior Manajemen 10 Persen dan Tak Ada Tunjangan

Diketahui, Siti Zailah yang juga merupakan ketua sayap wanita PAS dan belum lama ini menyatakan tentang seragam yang sesuai dengan syariah. Dia juga menyebutkan ini berlaku untuk karyawan wanita muslim, sedangkan non muslim tidak masalah selama barpakaian sopan. Siti Zailah juga mengatakan telah membawa hal ini ke kantor Menteri Agama Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri dan berharap untuk mengangkat masalah tersebut.

Leave a Reply