Malaysia Airlines Potong Gaji Senior Manajemen 10 Persen dan Tak Ada Tunjangan

6
sumber: pinterest

Beberapa maskapai mulai menawarkan skema cuti sukarela tanpa gaji hingga melakukan pemotongan gaji para stafnya. Hal ini dilakukan untuk mengatasi dampak dari virus corona atau Covid-19 yang menyebabkan merosotnya jumlah penerbangan.

Baca juga: Dirut Garuda Indonesia: “Tidak Ada PHK Massal di Tengah ‘Badai’ Virus Corona”

Sedangkan Malaysia Airlines Bhd (MAS) justru memangkas gaji manajemen seniornya sebesar sepuluh persen mulai Maret 2020. CEO MAS Kapten Izham Ismail mengatakan, bahwa para manajemen senior tak akan lagi menerima tunjangan dalam gaji.

Menurut sebuah video kepada 13 ribu karyawan MAS, Izham mengatakan pemotongan adalah bagian dari langkah-langkah mengatasi penurunan tajam dalam permintaan ditengah wabah Covid-19. KabarPenumpang.com merangkum theedgemarkets.com (9/3/2020), Izham mengatakan, langkah-langkah pemotongan gaji ini akan diperkenalkan dalam beberapa hari mendatang.

“Anda telah mendengar selama beberapa minggu terakhir bagaimana maskapai penerbangan di seluruh dunia dari Emirates ke Cathay Pacific, Singapore Airlines (SIA) dan Malindo Air telah dipaksa untuk mengambil tindakan keras untuk menjaga arus kas. Tim kepemimpinan senior dan saya memiliki juga telah melakukan brainstorming langkah-langkah potensial untuk melakukan hal yang sama untuk MAG (Malaysia Airlines Group) dan kami akan memutuskan tindakan segera dan jangka panjang dalam beberapa hari,” katanya dalam video.

“Saya akan menghubungi Anda (karyawan) lebih banyak pada hari-hari dan minggu-minggu berikutnya tentang apa yang perlu kita lakukan. (Sejauh ini,) kami telah memperkenalkan pengurangan kapasitas yang sangat besar. Pada kuartal pertama tahun 2020 saja, kami telah menghapus 7,1 persen dari kapasitas (penerbangan) kami. Sampai saat ini, kami telah membatalkan lebih dari 1600 penerbangan dan jumlahnya meningkat,” tambah Izham.

Izham menyebutkan dalam catatannya, MAS telah memangkas kapasitas penerbangannya ke Cina sebesar 53 persen, Korea Selatan dan Jepang sebesar 23 persen. Dia mengatakan, pada tingkat dan momentum krisis ini lebih banyak penerbangan harus dibatalkan karena hanya ada sedikit permintaan pasar.

Diketahui, SIA memotong gaji manajemen senior sebesar 10-15 persen per 1 Maret kemarin dan menawarkan skema cuti sukarela tanpa gaji ke karyawan. Sedangkan Malindo Air akan memberlakukan pemotongan gaji 50 persen pada stafnya selain dua minggu cuti tak dibayar. Dalam video tersebut juga dibahas kinerja MAS pada 2019 lalu dengan adanya kenaikan pada pendapatan.

“Kami mencapai rekor memecahkan hasil RASK di 2Q hingga 4Q 2019, dengan RASK tertinggi yang pernah tercatat dalam tiga tahun,” kata Izham.

Dia mencatat bahwa selama tahun pertama penerapan rencana bisnis jangka panjang (LTBP), MAG perusahaan induk MAS mencapai pendapatan bersih setelah pajak (NIAT) keseluruhan yang lebih baik dibandingkan dengan 2018, yaitu 18 persen di depan anggaran.

“Pendapatan grup (MAG) tumbuh tujuh persen year on year pada 2019. Peningkatan kinerja NIAT tahun ke tahun adalah meskipun harga bahan bakar lebih tinggi sebesar US$3 per barel, kenaikan tiga pesen dalam dolar AS terhadap dampak ringgit dan MFRS16,” kata Izham.

Namun, ia tidak mengungkapkan NIAT dan angka pendapatan, maupun MAS yang merugi untuk 2019. Kerugian bersih MAS untuk FY18 menyempit menjadi RM791,71 juta dari RM812,11 juta di FY17, karena pendapatan meningkat sedikit 0,8 persen year on year menjadi RM8,74 miliar.

LTBP MAS akan membuat maskapai penerbangan nasional mencapai titik impas keuangan pada tahun 2022 dan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya modal untuk operasinya dua tahun kemudian. Masih memposisikan MAS sebagai maskapai penerbangan premium, LTBP terdiri dari empat pilar, yang terdiri dari penentuan ukuran armada maskapai, memberikan pengalaman pelanggan premium, memiliki strategi kemitraan dan diversifikasi pendapatan maskapai.

Baca juga: Dampak Krisis Corona, Cathay Pacific Group ‘Parkirkan’ Setengah dari Jumlah Armada

“(Melangkah ke depan,) yang perlu kita lakukan lebih baik adalah lebih jauh menurunkan biaya. Meskipun kita sudah kompetitif dibandingkan dengan maskapai sejenis, masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam mengurangi pemborosan. Sayangnya, Covid-19 telah menghambat momentum kami. Sudah sembilan minggu (sejak wabah virus) dan arus kas (kekurangan) telah mengalami dampak yang serius, kata Izham.

6 COMMENTS

  1. maskapai menawarkan skema cuti atau pemotongan gaji staf nya karena akibat dari virus corona karena jumlah penerbangan yg menurun

  2. Maskapai malaysia airlines menawarkan cuti atau pemotongan gaji staf2nya karna virus corona yang menyebabkan jumlah penerbangan menurun,SIA memotong gaji senior manajemen nya 10-15persen per 1 maret

  3. bahwa para manajemen senior tak akan lagi menerima tunjangan dalam gaji.Hal ini dilakukan untuk mengatasi dampak dari virus corona atau Covid-19 yang menyebabkan merosotnya jumlah penerbangan.

  4. Malaysia Airlines Bhd (MAS) justru memangkas gaji manajemen seniornya sebesar sepuluh persen mulai Maret 2020. CEO MAS Kapten Izham Ismail mengatakan, bahwa para manajemen senior tak akan lagi menerima tunjangan dalam gaji. Karena virus corona

Leave a Reply