Dianggap Rasis Karena Bebaskan Biaya Pengiriman Pada Restoran Milik Kelompok Kulit Hitam, Uber Eats Terima 8500 Tuntutan Arbitrase

0
Uber Eats (foxbusiness.com)

Selama musim panas, Uber Eats dituduh telah melakukan diskriminasi setelah membebaskan biaya pengiriman untuk beberapa restoran milik kaum kulit hitam. Diketahui ada 8500 tuntutan arbitrase yang diterima perusahaan ini atas kebijakan tersebut.

Baca juga: Uber Eats, Serasa Tak Percaya Diri Masuk ke Pasar Indonesia

Juru bicara Uber mengatakan, pada bulan Juni kemarin, Uber mengumumkan akan membebaskan biaya pengiriman untuk restoran independen milik kaum kulit hitam. Ini dilakukan pihak Uber sebagai insentif bagi pelanggan yang telah memesan dari restoran tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman foxbusiness.com (1/11/2020), kebijakan ini dilakukan sebagai cara untuk mendukung komunitas kulit hitam setelah kasus pembunuhan George Floyd. CEO Uber, Dara Khosrowshasi mengumumkan kebijakan tersebut akan diperpanjang hingga akhir tahun 2020.

Karena kebijakan ini, para pemilik restoran lain yang di mana pelanggannya masih harus membayar biaya pengiriman, merasa tidak senang dan tidak adil. Apalagi satu dari 8500 klaim menuduh Uber Eats melanggan Unruh Civil Right Act yakni undang-undang California yang melarang adanya diskriminasi berdasarkan sejumlah faktor termasuk ras.

Tuduhan ini mengarah pada pengenaan biaya pengiriman diskriminatif berdasarkan ras pemilik restoran. Juru bicara Uber, Meghan Casserly mengatakan, perusahaan bermaksud untuk melanjutkan kebijakan tersebut.

“Kami bangga mendukung bisnis milik kaum kulit hitam dengan inisiatif ini, karena kami tahu mereka secara tidak proporsional terkena dampak krisis kesehatan. Kami mendengar dengan jelas dan jelas dari konsumen bahwa ini adalah fitur yang mereka inginkan dan kami akan terus menjadikannya sebagai prioritas,” kata Casserly.

Tak hanya tuntutan terkait ras pemilik restoran, ternyata Uber juga menghadapi masalah hukum lainnya. Di mana pada bulan lalu, pengadian banding California memutuskan Uber dan Lyft dengan mengatakan mereka harus mengklarifikasi ulang pengemudi mereka sebagai karyawan di negara bagian tersebut.

Baca juga: Iklan Sebut Pengemudi UberEats Bisa Hasilkan Rp1,4 Miliar Setahun, Tapi Kenyataan Berbeda

Namun, sebelum itu berlaku, orang California akan memberikan suara pada Proposition 22, tindakan yang didukung Uber dan Lyft yang akan mempertahankan pekerja pertunjukan sebagai kontraktor independen.

Leave a Reply