Diklaim Bisa Bikin Pramugari Jadi Lebih Nyaman, Inilah Konsep Zero G-Attendant Seat

0
inovasi dari Collins Aerospace yang diklaim dapat membuat hidup pramugari jadi lebih bahagia. Foto: Collins via Simple Flying

Crystal Cabin Awards secara luas memang diakui sebagai salah satu wadah teratas untuk memamerkan produk-produk inovatif di industri penerbangan. Dari daftar nominasi yang dirilis panitia penyelenggara, setidaknya terdapat beberapa inovasi yang menarik perhatian, seperti kursi yang dapat diubah menjadi tempat tidur untuk keluarga, kemewahan ruang kargo dari EarthBay dan, tentu saja, tempat tidur rata untuk penumpang kelas ekonomi bak di kamar pribadi.

Baca juga: Bersiaplah, Ajang Crystal Cabin Awards Akan Hadirkan Desain Kabin Pesawat Masa Depan

Tak hanya mendesain bagi pelanggan, para peserta juga menciptakan inovasi baru untuk awak kabin. Hal tersebut tentu sangat wajar, mengingat, tak ada yang lebih lama dalam urusan menghabiskan waktu di dalam pesawat selain awak kabin. Salah satu inovasinya adalah konsep Zero-G Flight Attendant, yang menjanjikan awak kabin memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat, khususnya pada saat di udara dimana awak kabin pada umumnya memiliki waktu istirahat yang relatif terbatas.

Kursi yang multi fungsi atau reclining seat menjadikannya mudah diatur sesuai kebutuhan. Foto: Collins via Simple Flying

Dikembangkan oleh Collins Aerospace, Zero G-Attendant Seat sejak awal memang dirancang untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi pramugari. Pengembang menyebut kursi itu sebagai “kursi kabin dengan kenyamanan tinggi”. Terobosan dari salah satu perusahaan pemasok produk dirgantara dan pertahanan terbesar di dunia Ini diklaim sebagai yang pertama dan bisa membuat hidup bagi pramugari jauh lebih nyaman, khususnya saat di udara.

Saat hendak digunakan, kursi menawarkan berbagai posisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan (Reclining Seat), baik saat lepas landas, selama di udara, maupun menjelang turun landas. Selama lepas landas dan mendarat, pramugari dapat menggunakannya dengan cara yang sama seperti kursi lipat pada umumnya, yakni kursi pada posisi tegak. Tak hanya itu, kursi tersebut juga dilengkapi dengan meja portabel untuk meletakkan sesuatu di atasnya.

Ketika di udara, pramugari dapat dengan mudah mengubah bentuk kursi untuk mengaktifkan posisi berbaring. Saat badan dan kepala bersandar, kaki pun juga tak luput dari perhatian dengan hadirnya sandaran juga pada kaki, sangat membantu pramugari untuk melepas pegal akibat banyak berdiri plus menggunakan sepatu hak tinggi.

Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com, Rabu, (5/2), selain nyaman digunakan, kursi tersebut juga sangat mudah dibereskan saat tak dibutuhkan. Cukup dengan melipat rapi ke dinding, kursi tersebut dijamin tidak akan mengganggu jalan keluar darurat dalam keadaan sangat mendesak sekalipun. Hal ini dinilai sangat penting, mengingat, segala apapun yang mengganggu proses evakuasi, inovasi tersebut tetap akan dianggap tak bermutu, terlebih pada pesawat.

Posisi kursi reclining seat saat tak digunakan didesain agar tak mengganggu proses evakuasi. Foto: Collins via Simple Flying

Dalam keterangannya, Collins Aerospace atau biasa dikenal juga dengan sebutan UTC Aerospace Systems mengatakan dengan memungkinkan awak kabin menikmati istirahat cukup serta dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, hal tersebut sangat mungkin untuk mengembalikan stamina mereka ke kondisi normal. Ujungnya, pelayanan kepada para pelanggan diharapkan jadi lebih maksimal dan konsisten.

Baca juga: Reclining Seat, Ternyata Justru Membuat Susah Penumpang

Akan tetapi, kabar baik untuk para pramugari ini belum bisa diaplikasikan ke dalam pesawat. Semua tergantung pada keinginan maskapai untuk menghadirkan fasilitas tersebut bagi para awak kabinnya atau tidak. Pada umumnya, maskapai banyak menghabiskan waktu untuk terus berinovasi dengan segala sesuatu yang berhubungan langsung dengan pelanggan, bukan awak kabin.

Di samping itu, inovasi dari Collins Aerospace tersebut dinilai hanya cocok untuk penerbangan jarak jauh. Itupun lagi-lagi, tergantung pada maskapai. Pada penerbangan jarak pendek, plus menggunakan pesawat kecil, sekalipun pada saat-saat tak banyak pekerjaan, awak kabin memang jarang mendapat akses kenyamanan seperti itu. Namun, faktanya, sebelum inovasi tersebut diaplikasikan, hingga kini, para pramugari tampak cukup menikmati di setiap penerbangan dengan fasilitas yang ada.