Dilanda Tsunami Covid, Indian Railways Berlakukan Pedoman Bagi Penumpang Kereta Api

0
suasana dalam gerbong kereta india

Saat ini, India tengah mengalami tsunami Covid-19, di mana per harinya ada sekitar 400 ribu orang terinfeksi virus ini. Hal ini kemudian membuat India membuat panduan perjalanan baru bagi penumpang kereta apinya selama gelombang kedua infeksi Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid Melonjak, India Jalankan Kereta ‘Khusus’ Pembawa Oksigen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (5/5/2021), hampir semua negara bagian di India melakukan penguncian kembali karena gelombang kedua virus corona. Namun, logistik masih dikirimkan ke seluruh negeri. Adanya gelombang kedua virus corona, Indian Railways kemudian merilis pedoman untuk para pelancong terutama yang berkaitan dengan negara bagian tertentu.

Di mana bila pelancong sangat ingin naik kereta untuk pergi ke satu tempat ke tempat lainnya, Anda harus mengikuti peraturan yang ada. Sesuai pedoman Indian Railways, penumpang saat ini wajib menggunakan masker dan jika ditemukan melanggar dengan tak menggunakan masker, mereka harus membayar denda INR500.

Pelancong juga wajib membawa hand sanitizer sendiri, kemudian jika pelancong meludah di stasiun atau di dalam kereta maka akan dikenakan denda. Di saat yang sama juga, tidak ada makanan yang disajikan dalam kereta.

Di Delhi, pelancong yang bepergian dari negara bagian Maharashtra diharuskan menunjukkan laporan negatif Covid-19, dan setiap penumpang harus menjalani karantina rumah selama 14 hari. Sedangkan di Maharashtra, tiket kereta akan diberikan kepada pegawai pemerintah berdasarkan kartu identitas pemerintah mereka.

Profesional medis juga akan mendapatkan tiket kereta, dan ini termasuk teknisi lab. Siapa pun yang memesan kereta jarak jauh akan diberi cap di tangan yang menunjukkan 14 hari karantina, di stasiun mana pun tempat mereka turun. Pemeriksaan termal juga akan dilakukan di stasiun, dan juga di dalam kereta.

Mereka yang bepergian dengan kereta api luar tidak dapat bepergian dengan kereta lokal. Jika di Kerala, penumpang diwajibkan membawa laporan uji RT-PCR, dan sebaliknya, penumpang juga dapat memilih tes di stasiun. Anda harus menjalani karantina rumah selama 14 hari.

Baca juga: Kasus Covid Melonjak, India Jalankan Kereta ‘Khusus’ Pembawa Oksigen

Bila di Uttar Pradesh, bagi mereka yang datang dari Maharashtra dan Kerala sekarang diharuskan membawa laporan RT-PCR 72 jam sebelum perjalanan. Sekali lagi, 14 hari karantina di rumah adalah suatu keharusan. Jammu dan Kashmir, penumpang yang tiba dengan kereta api harus memiliki laporan tes RT-PCR di tangan.

Sedangkan di Chhattisgarh, tes pada saat kedatangan dapat dipilih oleh pelancong, atau Anda harus membawa laporan tes RT-PCR negatif.

Leave a Reply