Disangka di Bawah Pengaruh Minuman Keras, Awak Kabin EasyJet Dibui

Julie Birkett. Sumber: Daily Mail

Seorang awak kabin maskapai EasyJet terpaksa digeruduk keluar dari pesawat ketika tengah bertugas. Awak kabin yang bernama Julie Birkett ini digelandang ke pos pengamanan Bandara Newcastle karena disangka berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Kendati masih belum diputuskan apakah Julie benar-benar terbukti bersalah atau tidak, tapi Julie sudah ditahan oleh pihak berwajib di Newcastle sebelum akhirnya memberikan pengakuannya di hadapan Hakim pada 4 September mendatang.

Baca Juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman metro.co.uk (12/8), Julie yang kala itu bertugas pada rute penerbangan Bandara Alicante-Elche di Spanyol menuju Newcastle pada Sabtu (10/8) minggu lalu. Ketika pilot melihat gerak-gerik Julie yang sedikit aneh kala itu, ia segera melaporkan temuannya tersebut kepada menara pengawas sesaat setelah pesawat yang dikendarainya mendarat di Newcastle.

Sejumlah petugas kepolisian sudah bersiap di lokasi untuk ‘menjemput’ Julie langsung di atas pesawat dan mengawalnya secara ketat menuju pos pengamanan. Adapun penerbangan EasyJet dari Spanyol berangkat pada pukul 23.40 waktu setempat dan mendarat di Newcastle pada 01.10 dini hari keesokan harinya.

“Pihak Air Traffic Control menginfomasikan kepada pihak kepolisian bahwasanya ada seorang awak kabin yang diyakini berada di bawah pengaruh alkohol dan kami langsung mengirim petugas ke lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya,” ujar salah satu juru bicara pihak kepolisian Northumbria.

Sementara itu, pihak EasyJet juga tidak menampik pemberitaan yang beredar ini.

“Kami menerima laporan bahwa penerbangan EZY6420 dari Alicante menuju Newcastle dipenuhi oleh polisi berdasarkan laporan yang dibuat oleh kapten penerbangan,” tutur pihak EasyJet.

Baca Juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

Menurut pihak maskapai, Julie langsung diberhentikan dari pekerjaannya secara tidak hormat dan hingga kini mereka masih menunggu keputusan dari pihak pengadilan untuk kelanjutan nasib Julie.

“Karena ini masalah kepolisian, kami tidak dapat mengomentari penyelidikan yang sedang berlangsung,” lanjutnya.

“EasyJet tidak memiliki toleransi sama sekali bagi siapa saja (pegawai) yang menggunakan obat-obatan atau minuman keras ketika bertugas, karena keselamatan penumpang merupakan prioritas utama kami.” tutupnya.