Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!

Peak Tram(www.hongkongfp.com)

Meski ada label ‘tram,’ namun Peak Tram di Hong Kong bukanlah trem melainkan kereta kabel yang pertama di Asia dan beroperasi sejak tahun 1888. Tahun 1869, putra dari Ratu Victoria, yakni Alfred merupakan pengunjung pertama dari Kerajaan Inggris yang mengunjungi The Peak.

Baca juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

KabarPenumpang.com melansir dari laman hongkongfp.com, bahwa dengan kehadiran The Peak, penduduk Hong Kong kemudian terburu-buru untuk tinggal di sana dan jumlahnya meningkat menjadi 173.475 pada tahun 1883. Tak hanya itu, beberapa keluarga dari kalangan elit tinggal di kota tersebut dan menjadi rumah bagi The Peak Hotel.

Dulunya, daerah The Peak sebelum hadirnya Peak Tram diakses menggunakan kuda atau kursi tandu. Kemudian pemilik The Peak Hotel dan Scotsman Alexander Findlay Smith merencanakan membuka daerah tersebut dengan sistem tram baru untuk menghubungkan Victoria Gap ke Murray Barracks.

Kemudian Hong Kong High Level Tramways Company berdiri 30 Mei 1888 yang diresmikan oleh Gubernur Hong Kong dan Lady des Voeux. Jalur tram ini sendiri dibangun dengan pembuatannya perpotongan rel di mana setiap potongan relnya memiliki berat 136 kg yang masing-masing memiliki panjang tujuh meter.

Untungnya saat pembukaan tram tersebut berjalan dengan lancar ke Victoria Gab. Pada generasi pertama gerbong tram terbuat dari kayu yang mampu menampung 30 orang dalam tiga kelas. Dua kursi pertama dalam tram tidak bisa digunakan sebelum dua menit keberangkatannya karena memiliki plakat kuning yang bertuliskan di sediakan untuk Gubernur.

Tahun pertama di beroperasi, tram ini sendiri sudah melayani 150 ribu orang. Tram ini tadinya hanya 18 meter dan menambah tinggi hingga 396 meter diatas permukaan laut. Antara 1904 dan 1930, Peak Reservation Ordinance telah menetapkan The Peak sebagai kawasan perumahan eksklusif yang diperuntukkan bagi orang non Cina.

Pada tahun 1924, jalan pertama ke The Peak dibangun dan banyak yang salah sangka seperti menandakan akhir dari layanan tram. Tram dihentikan selama Perang Dunia II Hong Kong karena menjadi ruang mesin yang rusak terkena serangan.

Baca juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga!

Jepang menghantam barak-barak di Puncak selama invasi awal sementara Jack Chubb, insinyur pengawas pada waktu itu, menghabiskan berjam-jam memotong kabel penting untuk membuat sistem itu tidak dapat digunakan oleh penjajah. Sistem dibuka kembali setelah perang pada Hari Natal, 1945.

Pada tahun 1959, sebuah tramcar bermesin dengan 72 kursi diperkenalkan. The Peak sendiri telah berkembang dan lebih dari tujuh juta orang mengunjunginya setiap tahun. Diketahui untuk tiketnya sendiri bila membeli hanya perjalanan tram untuk dewasa HK$99 atau Rp182 ribu dan anak-anak $HK47 atau Rp86 ribu.