Tekan Angka Polusi, Hanoi Larang Sepeda Motor di Tahun 2030

kepadatan sepeda motor di Hanoi (Youtube)

Sebagai Ibu Kota dari Vietnam, pertumbuhan kendaraan roda dua atau sepeda motor di Hanoi cukup signifikan dan membuat pemerintah harus membuat pelarangan tentang hal tersebut. Apalagi sepeda motor menjadi salah satu biang kemacetan di jalanan ibu kota dan membuat udara di Hanoi tercemar polusi.

Baca juga: Soal Kemacetan, Manila Bersiap Ikuti Jejak Jakarta!

Bahkan karena masalah ini akhirnya pemerintah membuat keputusan tegas untuk melarang atau mungkin meniadakan sepeda motor pada tahun 2030 mendatang. Sebenarnya tujuannya baik, selain mengurangi kemacetan dan polusi, pemerintah juga memiliki tujuan mengembangkan transportasi umum untuk melayani 7,6 juta penduduknya dengan lebih baik.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman newatlas.com (7/8/2018), sepeda motor yang ada di Hanoi ini sendiri seperti segerombolan lebah yang membuat kekacauan tetapi mampu bersaing di jalanan. Sehingga pelancong yang mengunjungi Hanoi pun saat menyeberang seperti menguji adrenalin mereka dikarenakan padatnya sepeda moto yang melintas dijalanan.

Diketahui jumlah motor di Hanoi sendiri ada lima juta dengan penduduk tujuh juta orang. Di mana rata-rata motor yang dimiliki dengan tipe 110-125cc, ternyata juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan terburuk di Asia Tenggara dan bagi kesehatan kualitas udara sangat tidak baik.

Sehingga sebelum menjadi ancaman serius di masa depan, maka harus ada pengaturan jumlah secepatnya. Tak hanya itu, 70 persen penyebab kecelakaan di Hanoi juga dikarenakan banyaknya motor yang melintasi jalan.

Nantinya pelarangan sepeda motor tersebut hanya akan diberlakukan pada distrik-distrik besar. Meski ada pro dan kontra terkait masalah ini, tetapi sebagian besar setuju dengan adanya pelarangan sepeda motor tersebut.

Baca juga: Entaskan Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Canangkan Penggunaan Pod Taxi

Meskipun ada pelarangan dan pembatasan, sebenarnya selama 12 tahun kedepan pemerintah akan memulai investasi transportasi umum yang lebih baik di sekitar kota. Ini agar kedepannya banyak masyarakat maupun pelancong menggunakan dan memberdayakan transportasi umum.

Saat ini di Hanoi sendiri hanya ada bus kota dan 12 persen yang menggunakannya, bahkan pemerintah dengan adanya pelarangan ingin menggenjot penggunaan bus kota hingga 50 persen. Kedepannya dalam 12 tahun, Hanoi berencana membangun stasiun kereta dalam kota yang selama ini terus tertunda.