Elena Chukhnyuk, Eksis di Perang Dunia II, Inilah Masinis Wanita di Lokomotif Uap

0
Asisten masinis Tamara Petrik (id.rbth.com)

Rusia salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api terpanjang di dunia, ternyata mempekerjakan banyak wanita di jaringannya. Bahkan banyak di antara wanita ini bekerja sebagai masinis kereta listrik maupun uap dan sukses. Terkhusus menjadi masinis di lokomotif kereta uap terbilang berat dan sebenarnya tidak cocok untuk wanita.

Baca juga: Vanithashree, Kisah Masinis Wanita Sukses dari Mangaluru

Bahkan bukan hanya bagi wanita, ternyata bagi pria pun, bekerja di kereta api bisa menyebabkan masalah kesehatan. Selain tidak ada toilet di lokomotif kereta uap, mengangkat batu bara dan menghirup uapnya cukup untuk mengganggu kesehatan masinis. Namun nyatanya para wanita tangguh di Rusia mampu menaklukan pekerjaan sebagai masinis.

Elena Chukhnyuk (id.rbth.com)

Dulunya di Uni Soviet ada daftar pekerjaan yang tidak boleh dilakukan oleh wanita dan biasanya ini cukup berisiko, salah satunya adalah masinis. Namun ternyata pada 1938 silam, masinis dihapus dari daftar tersebut dan Uni Soviet akhirnya memiliki masinis wanita pertama. Dikutip KabarPenumpang.com dari id.rbth.com, Elena Chukhnyuk di tahun itu menjadi masinis yang mengoperasikan lokomotif berat.

Bahkan tiga tahun setelah dia bekerja, yakni pada 1941, Elena dianugerahi gelar Pekerja Kehormatan Kereta Api pada dirinya berumur 26 tahun. Bahkan selama Perang Dunia II, Elena mengoperasikan lokomotif dan menarik kereta yang membawa amunisi, peralatan militer dan batu bara ke garis depan dekat Stalingrad dan Kursk.

Kemudian di tahun 1939, Basharat Mirbabayeva menjadi masinis yang mengoperasikan lokomotif diesel pertama di Uzbekistan Soviet. Tak berhenti di situ, seorang masinis wanita lainnya bekerja di Metro Moskow selama Perang Patriotik Raya. Karena pada masa itu banyak pria yang pergi ke medan perang.

Bahkan saat itu, mengoperasikan kereta metro dianggap tidak lebih mudah dari lokomotif karena seluruh jam kerja mereka di bawah tanah. Pada 1955, Metro Leningrad (sekarang Metro Sankt Peterburg) membentuk satu-satunya tim yang terdiri dari empat masinis wanita. Salah satu dari mereka, pembalap kelas 1 Natalya Donskaya, bekerja di metro selama 32 tahun dan pensiun pada 1987.

Di masa itu, jadwal kereta sangat ketat dan ada banyak situasi yang menegangkan, bahkan masinis dituntut untuk sehat, bugar, bereaksi cepat, kuat secara emosional dan mental. Sebab selama bekerja para masinis tidak bisa beristirahat untuk menikmati teh, kopi ataupun mengobrol dengan orang lain.

Karena masalah kesehatan dan menuntut banyak hal, tahun 1980-an, negara ini kembali melarang wanita bekerja sebagai masinis. Namun manajemen Metro Moskow memutuskan untuk tidak memecat wanita dengan pengalaman kerja yang panjang dan terus bekerja bahkan setelah Uni Soviet runtuh.

Wanita terakhir yang mengoperasikan kereta di Metro Moskow adalah Natalya Korneyenko. Dia pernah mengatakan ada lebih banyak bahaya dan stres di jalan dibandingkan di bawah tanah. Natalya bekerja selama lebih dari 30 tahun dan mengemudikan kereta di jalur Sokolniki serta mengundurkan diri 2014 lalu.

Baca juga: 29 Siswa Wanita Berlatih Jadi Masinis Kereta Peluru di Cina

Hingga saat ini, wanita Rusia tak dilarang untuk mengikuti pelatihan masinis kereta api, Meski begitu banyak dari mereka hampir tidak mendapat pekerjaan itu dan satu-satunya wanita yang masih bekerja adalah Yulia Yurova seorang asisten masinis kereta bandara Aeroexpress.

Leave a Reply