Stasiun Ngrombo, Sederhana dengan Dua Bangunan dan Dekat Stasiun Gambringan

0
Stasiun Ngrombo (Wikimapia)

Berada di daerah Grobogan, Jawa tengah, Stasiun Ngrombo terletak pada ketinggian +38 meter di atas permukaan laut. Stasiun ini masuk dalam Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang dan merupakan stasiun kereta api kelas II. Nama stasiun ini sendiri diambil dari dusun tempatnya berada dan merupakan stasiun aktif terbesar dan teramai di Kabupaten Grobogan.

Baca juga: Stasiun Walikunkun – Punya Pemanis Mitos dari Daerah Setempat

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jarak Stasiun Ngrombo hanya 1,7 km di sebelah barat Stasiun Gambringan. Dulunya stasiun ini memiliki perpotongan ke Purwodadi dan Gundih yang mana percabangannya ada di sebelah timur Stasiun Ngrombo. Meski tak lagi menjadi stasiun percabangan, warga Purwodadi yang hendak naik kereta api lebih memilih stasiun ini karena lebih dekat dengan jalan raya yang menguhubungkan Purwodadi dengan Solo bila dibandingkan dengan Stasiun Gambringan.

Wajah baru Staisun Ngrombo (Wikipedia)

Stasiun Ngrombo memiliki dua bangunan di kawasannya yang mana sisi timur adalah bangunan yang dulunya dibuat oleh Belanda dan salah satunya di bagian barat yang selesai dibangun pada 2013 bersamaan ketika stasiun ini juga selesai menjalani perbaikan dan penataan.

Perbaikan yang dilakukan adalah pembangunan kanopi, peninggian peron, pelebaran lahan parkir serta pembangunan mushola dan toilet baru di sisi barat stasiun. Bisa dikatakan, perbaikan dan penataan yang dilakukan pada Stasiun Ngrombo menjadi yang paling besar dan terlihat jelas dibanding dengan stasiun lain di lintas Jakarta – Surabaya.

Sehingga saat ini wujudnya sudah jauh berbeda dari bentuk asal dan fasilitas yang tersedia lebih baik dari sebelumnya. Stasiun Ngrombo sendiri memiliki tiga jalur dengan jalur 2 sebagai sepur lurus. Kemudian setelah jalur ganda mulai dibangun stasiun ini hingga Stasiun Gubug resmi beroperasi di akhir November 2013, membuat jalur Stasiun Ngrombo bertambah menjadi empat dengan jalur 2 tetap sebagai sepur lurus namun untuk arah Semarang saja dan jalur 3 sebagai sepur lurus khusus untuk arah Surabaya.

Sedangkan jalur 4 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai jalur belok baru. Kemudian peron stasiun ditinggikan serta diberi kanopi atau overcapping. Overcapping ini dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Dulunya stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dengan sedikit modifikasi berupa perangkat sinyal muka yang berjenis elektrik. Namun saat ini semuanya sudah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Baca juga: Jangan Lupa Makan Pecel Kalau Mampir di Stasiun-Stasiun Ini

Di stasiun ini beberapa kereta api seperti KA Harina dari Bandung menuju ke Surabaya Pasar Turi, KA Maharani dari Surabaya Pasar Turi menuju ke Semarang Poncol dan KA Blora Jaya dari Semarang Poncol ke Cepu berhenti di Stasiun ini. Kemudian 2014 lalu, KA Gumarang dari Surabaya Pasar Turi menuju Pasar Senen juga berhenti di Stasiun Ngrombo setelah PT KAI menyetujui usulan Bupati Grobogan waktu itu. Pada awal tahun 2020, peron stasiun ini pun diperpanjang sekaligus ditambah kanopi untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang.

Leave a Reply