Fosil Maroko Mengartikan Perjalanan Manusia Begitu Jauh

0
Jean-Jacques Hublin, saat memegang fosil (Time)

Saat fosil ditemukan, biasanya banyak masyarakat yang bertanya-tanya apalagi bila itu adalah fosil manusia. Biasanya para peneliti langsung melakuka pengecekan dari spesies mana fosil tersebut berasal.

Baca juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi

Dilansir KabarPenumpang.com dari time.com (7/6/2017), dari Maroko ditemukan fosil yang mendorong adanya bukti kembali ke 100 ribu tahun lalu dan sebelumnya di Afrika Timur yang kaya akan fosil ditemukan tulang belulang berusia 300 ribu tahun dan menjadi pemecah rekor hingga saat ini.

Penemuan fosil ini menandakan adanya tahapaan evolusi pada spesies manusia dengan campuran sifat modern dan lebih primitif. “Mereka tidak seperti kita,” ujar Jean Jacques Hublin salah satu ilmuwan yang menemukan fosil tersebut.

Baca juga: Bus Berdaya Baterai Listrik Hantam Jalanan Swedia

Dengan bukti lainnya, fosil Maroko ini menunjukkan bahwa Homo Sapiens mungkin telah berubah menjadi bentuk yang lebih modern lebih dari satu tempat di Afrika. Sayangnya, hingga kini tidak jelas kapan dan dimana Homo Sapiens bisa sampai ke Afrika sendiri. Hublin mengatakan, tahap awal pengembangan mendahului yang terungkap dari penemuan timnya.

Saat menjelaskan tentang fosil Maroko (Time)

“Dari fosil yang ditemukan ini ataupun penemuan lainnya memiliki bentuk tengkorak yang berbeda dan memiliki berat yang berbeda juga. Namun terlihat lebih mirip dari kita, atau manusia kera datang sebelum adanya manusia lainnya ini. Spesies kita hidup di waktu yang sama,” jelas Hublin.

Dalam penemuannya, Hublin dan tim lainnya menjelaskan bahwa penemuan ini bisa membantu menjelaskan bagaimana spesies manusia bisa berevolusi. Dalam penemuan yang mereka lakukan, Spesimen Maroko ini ditemukan antara tahun 2007 dan 2011 lalu dengan tengkorak, ragang dan gigi serta peralatan batu.

Baca juga: Waspada! “Human Trafficking” Lewat Moda Transportasi Umum

Selain itu ditemukan juga tulang belulang lainnya yang ditemukan namun tidak diberi tanggal yang benar. Koleksi fosil ini setidaknya diperkirakan dari lima orang termasuk dewasa, ramaja dan anak-anak berusia sekitar delapan tahun. Bentuk otaknya pun lebih panjang dari yang dimiliki manusia saat ini.

“Dalam 300 ribu tahun terakhir, cerita utamanya adalah perubahan otak,” kata Hublin. Diketahui, ketika manusia purba ini tinggal di Maroko tepatnya dalam sebuah gua yang menjadi tempat perburuan dimana manusia saat itu menyemelih dan makan di dalamnya. Saat itu mereka sudah menggunakan api dann peralatan yang digunakan dari batu yang berjarak 25 mil atau 40 km.

Baca juga: Ada Penampakan UFO di Dekat Kereta, Laporan Wanita ini Disangsikan

Dapat diketahui dari hasil penelitian ini, bahwa Homo Sapiens modern mungkin muncul lebih dari satu tempat. “Ini adalah bagian dari jaringan,” melalui mana ide dan gen mengalir, kata John Shea seorang Antropolog.

Bisa dikatakan lebih lanjut, populasi lokan yang berbeda sebagai satu kesatuan yang menghubungkan hal sama seperto kota besar yang dihubungkan dengan pemberhentian kereta bawah tanah. Shea mengatakan bahwa masuk akal untuk menemukan jejak lama Homo sapiens purba di Afrika barat laut. Dia setuju bahwa itu tidak berarti spesies kita pertama kali muncul di sana.

“Ketika sampai pada bukti asal-usul manusia di Afrika barat laut versus Afrika timur versus Afrika bagian selatan, itu adalah dasi,” tulisnya melalui sebuah email.

Richard Potts dari Museum Nasional Sejarah Alam Smithsonian Institution mengatakan fosil Maroko “tampaknya mencerminkan transisi awal ke Homo sapiens, sangat mungkin menunjukkan awal dari garis keturunan yang dimiliki semua orang.”

Situs ini terletak sekitar 34 mil atau 55 kilometer tenggara kota pesisir Safi, barat laut Marrakech. Umurnya ditentukan terutama dengan menganalisis potongan batu yang ditemukan di sana, dan penulis menyimpulkan bahwa mereka berusia sekitar 315 ribu tahun. Hublin mengatakan bahwa karena metode yang berbeda menyarankan usia yang lebih muda untuk situs ini, dia menganggap tulangnya berusia sekitar 300 ribu tahun.

Richard Roberts dari University of Woollongong di Australia, seorang ahli dalam menentukan usia situs kuno, mendukung kesimpulan tersebut. “Saya akan mengatakan bahwa penulis telah memberikan bukti yang cukup meyakinkan untuk menemukan manusia modern awal di situs ini 300 ribu tahun yang lalu dan Mungkin sedikit lebih awal, “Roberts menulis dalam sebuah email.

Leave a Reply