Foto di Kokpit, Pilot dan Pramugari Singapore Airlines Terkena Sanksi ‘Grounded’

Foto: Ilustrasi

Seorang pilot dan pramugari dari Singapore Airlines belum lama ini terkena sanksi tidak terbang (grounded) sejak 1 Februari 2019, alasannya sang pilot mengizinkan pramugari tersebut duduk di kursi kopilot dan mengambil fotonya saat pesawat sedang mengudara.

Baca juga: Viral! Pilot United Airlines Tidur di First Class dengan Seragam Ditanggalkan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (11/2/2019), dalam sebuah pertanyaan, pilot mengatakan bahwa pramugari yang duduk di kusi kopilot untuk membantu membersihkan noda yang ada di jendela kokpit. Dalam konfirmasinya maskapai Singapore Airlines (SIA) mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada 12 Januari 2019 dalam penerbangan pesawat Airbus A350 dengan nomer SQ207 dari Singapura menuju ke Melbourne, Australia.

Juru bicara SIA mengatakan, pramugari yang berada di kokpit datang untuk membersihkan nampan makanan pilot dalam penerbangan. “Pramugari duduk di kursi First Officer (kopilot) untuk mencapai noda (di jendela kokpit). Selanjutnya, dia meminta foto dirinya di kursi, yang diminta Kapten,” ujar juru bicara tersebut.

Mereka bahkan mengatakan tidak ada pelanggaran keamanan di dalam kokpit. Tetapi sesuai dengan prosedur standar maskapai, pilot dan pramugari yang tidak diseutkan identitasnya tersebut sudah dikenakan sanksi, sementara pihak maskapai melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait masalah itu.

Namun, masa hukuman keduanya belum jelas akan berlaku hingga kapan. Sebenarnya sebagai aturan umum, pramugari atau awak kabin tidak boleh menduduki kursi pilot/kopilot untuk alasan keamanan.

“Ini bukan tentang keamanan tetapi keselamatan. Kokpit penuh dengan kontrol, tuas dan tombol sehingga kami selalu sangat berhati-hati ketika kami melangkah masuk,” ujar seorang awak kabin yang tak disebutkan namanya.

Dia menjelaskan, untuk melayani makanan pilot dan kopilot, awak kabin melayaninya dari luar dengan hati-hati. Untuk pilot yang duduk disebelah kiri, biasanya awak kabin melayani dari kiri dan sebaliknya untuk kopilot yang ada di sebelah kanannya.

“Kami tidak pernah berdiri di depan kontrol saat berada di kokpit untuk melayani pilot dan kopilot,” ungkapnya.

Biasanya kokpit sendiri dilengkapi dengan empat kursi, dua di depan untuk pilot dan kopilot, dua lainnya dibelakang untuk pengamat teknis yang disahkan oleh maskapai atau perwakilan badan pengawas. Tak hanya itu, kedua kursi dibelakang itu juga digunakan pilot ketiga dan keempat dalam penerbangan waktu tempuh dan jarak yang panjang.

Baca juga: Pilot Kedapatan Konsumsi Alkohol, Penerbangan Singapore Airlines dari Melbourne Terpaksa Batal

Dalam beberapa situasi, awak kabin yang baru dilatih diizinkan duduk di kursi pengamat, sehingga mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang fase-fase kritis penerbangan.