Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas

0
www.traveller.com.au

Seorang pilot dari maskapai Pakistan Internasional Airlines (PIA) membuat heboh penerbangan dari Islamabad, Pakistan menuju London 26 April lalu. Saat itu kapten pilot bernama Amir Akhtar Hasmi tidur siang sesaat setelah lepas landas dan memberikan penerbangan kemudi kepada pilot perwira pertama (training) Ali Hassan Yadzani dan Mohammad Asad Ali yang saat itu dalam masa pelatihan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari traveller.com.au (16/5/2017), diketahui saat itu kapten Hasmi membawa 305 penumpang pada PIA nomor penerbangan PK-785 dan meninggalkan dua orang pilot training untuk pergi tidur di kabin kelas bisnis. Saat itu, Hasmi menggunakan seragam pilot secara lengkap dengan selimut yang menutupi dirinya.

Namun, Hasmi membantah tentang dirinya tidur selama penerbangan, “Adalah tuduhan yang salah bila mengatakan saya tidur selama penerbangan. Saya tidur dua jam setelah penerbangan,” katanya kepada Press Trust of India (PTI).

Dia juga mengklaim bahwa itu adalah merupakan hal yang wajar bagi seorang pilot untuk tidur siang saat penerbangan panjang dengan adanya co-pilot. Insiden ini sebenarnya bisa saja luput dari penglihatan bila tidak ada yang memperhatikan saat Hasmi tidur di kursi penumpang dengan seragam lengkap. Sayang, seorang penumpang melihat secara jelas apa yang dilakukan sang kapten pesawat dan mengadukannya kepada awak kabin senior serta mencatatkannya.

“Penumpang (Seat 1 D) mengeluh bahwa saat kapten sedang tidur di kabin kelas bisnis, saya (penumpang) tidak merasa aman. Sudah dijelaskan bahwa dua anggota awak lainnya ada di kokpit namun dia mengatakan bahwa dia akan mengikuti Materi dan tuliskan kartu pengaduan juga,” kata awak kabin senior Nazneen Haider dalam laporannya.

Juru bicara PIA, Danyal Gilani mengatakan, atas kejadian ini, kapten Hasmi kemudian di bawa untuk dilakukan penyelidikan. Tak hanya itu, kedua perwira diduga juga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen maskapai dalam upaya untuk melindungi Hasmi yang membayar Rs100 ribu atau sekitar £735 sebulan untuk melatih yang juga seorang mantan President of the Pakistan Air Lines Pilots Association (PALPA)

Sebenarnya, dengan kejadian ini maskapai sempat menunda melakukan penyelidikan, hanya saja ada tekanan dari atas yakni para pejabat kementerian untuk mengusut kasus ini. Tetapi, untuk kedua perwira, kasusnya tidak jelas apakah akan dibebas tugaskan dari penerbangan atau tidak.

Ternyata insiden ini bukanlah hal pertama yang dilakukan Hasmi. Selama masa jabatannya sebagai presiden PALPA, diduga mengoperasikan banyak penerbangan transatlantik jarak jauh tanpa beristirahat selama durasi yang ditentukan sebelum perjalanan.

Baik PIA maupun Pakistan Civil Aviation Authority (PCAA) belum menanggapi permintaan Telegraph Travel mengomentari tuduhan terakhir termasuk apakah akan ada tindakan yang dilakukan terhadap Hasmi, rekan pilotnya dan awak kabin senior untuk dugaan pelanggaran keamanan yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Telegraph Travel juga meminta PIA dan PCAA tentang apa yang harus dilakukan pilot dan awak kabin selama insiden tersebut, dan berapa banyak waktu yang dibutuhkan pilot untuk beristirahat sebelum melakukan operasi penerbangan, namun belum mendapat tanggapan dari kedua perusahaan tersebut. Awal tahun ini, PIA juga diselidiki karena melanggar peraturan keselamatan dengan cara mengizinkan tujuh orang untuk bepergian sambil berdiri dalam penerbangan dari Karachi ke Madinah, Arab Saudi pada bulan Januari.

Keadaan ini akan menimbulkan risiko serius bagi penumpang karena mereka yang berdiri tidak akan memiliki akses ke masker oksigen dalam kasus darurat dalam penerbangan dan akan memberi kontribusi pada kepadatan penduduk di pesawat dalam kasus evakuasi darurat.

Leave a Reply