Gegara Batuk Tak Gunakan Masker, Penumpang Lain Tekan Tombol Darurat di Kereta

0
Ilustrasi penumpang kereta Jepang menggunakan masker

Virus corona atau Covid-19 yang kini sudah mulai menginfeksi manusia di penjuru dunia mendatangkan ketakutan tersendiri pada masyarakat. Pasalnya sudah ratusan ribu orang terjangkit virus dan ribuan orang meninggal karena virus corona ini.

Baca juga: Militer Jepang Siapkan Kapal Ferry untuk Karantina Masyarakat Terinfeksi Virus Corona

Seperti baru-baru ini, ketakutan yang dialami penumpang kereta di Jepang yang tiba-tiba menekan tombol darurat setelah ada yang batuk tanpa menggunakan masker. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (20/2/2020), kereta akhirnya berhenti di Stasiun Befu kota Fukuoka dan tertunda beberapa menit.

Insiden yang terjadi pada Selasa (18/2/2020) kemarin, terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Biro transportasi kota Fukuoka mengatakan, seorang penumpang di kereta dengan empat gerbong yang bepergian antara Stasiun Tenjin-minami dan Hashimoto di jalur Nankuma menekan tombol pemberitahuan darurat.

Pria penekan tombol tersebut melaporkan ada seorang penumpang yang batuk dan tidak menggunakan masker. Karena hal ini, masinis dan kepala stasiun mau tak mau bergegas ke gerbong tersebut setelah kereta berhenti di Stasiun Befu.

Saat itu terlihat dua orang berdebat melangkah keluar peron karena masalah batuk tanpa mengenakan masker. Kepala stasiun kemudian menenangkan keduanya dan mulai berdamai setelah pertengkaran tersebut.

Akibat insiden ini, kereta terlambat tiga menit dari yang semestinya. Seorang pejabat dari biro transportasi mengatakan bahwa orang-orang berada di ujung atas virus corona dan mendesak penumpang di kereta untuk memakai topeng dan mempraktikkan kebersihan serta etiket saat batuk atau bersin, tetapi menyarankan mereka untuk tidak menekan tombol darurat atas insiden tersebut.

“Kami ingin meminta orang untuk menahan diri dari menekan tombol pemberitahuan darurat hanya karena ada seseorang tanpa topeng. Kami menyerukan pada penumpang untuk menunjukkan sopan santun ketika mereka batuk, dan ingin mempublikasikan ini lebih,” kata pejabat biro transportasi.

Baca juga: Hindari Virus Corona, Penumpang ini Kenakan Helm di Kabin Pesawat!

Diketahui, satu kapal pesiar Princess Diamon berisi sekitar 3500a orang yang terdiri dari penumpang dan awak kapal sempat dikarantina selama kurang lebih 14 hari. Dua diantaranya meninggal setelah terinveksi virus di kapal pesiar. Virus ini awalnya dari provinsi Wuhan di Hubei, Cina dan membuat kota itu di karantina di mana penduduknya tidak ada yang boleh keluar atau masuk untuk menghindari penularan virus corona lebih lanjut.

Leave a Reply